HEADLINE NEWSSMARTPOLL INDONESIA

Dicoret dari APBD, Beasiswa NTB Peroleh 80,52 Persen Survei Kepuasan Bidang Pendidikan

Mantan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB itu merincikan, untuk beasiswa umum dengan tujuan luar negeri sudah terealisasi 780 mahasiswa. Sementara untuk beasiswa dalam negeri sudah 4000-an mahasiswa.

“Beasiswa dalam negeri ini meliputi beasiswa stimulan unggulan dan beasiswa stimulan kerja sama,” jelas Wirawan.

IKLAN

Itulah sebabnya, lanjut Wirawan, dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026 yang menjadi rujukan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024, anggaran untuk pengiriman yang baru tidak dialokasikan, yang ada hanya anggaran untuk membiayai mahasiswa yang masih menempuh studi.
“Anggaran beasiswa tetap dialokasikan dalam APBD 2024. Anggaran ini akan digunakan untuk membiayai penyelesaian studi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di berbagai negara,” terangnya.

Adapun jumlah mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di luar negeri sebanyak 164 orang. Jumlah tersebut tersebar di Malaysia 125 orang, Polandia 25 orang, Cekoslovakia 5 orang, dan Taiwan 2 orang.
“Sampai mereka lulus Pemprov NTB tetap mengalokasikan biaya pendidikan dan living cost untuk penerima beasiswa. Insya Allah tahun 2024 semua anak-anak kita menyelesaikan studinya,” tandasnya.

Baca Juga : Masa Wajib Belajar Direncanakan Jadi 13 Tahun

Ihwal itu, Pemprov NTB tetap melakukan pengiriman beasiswa luar negeri tahun 2023 dan kedepannya. Namun tidak dibiayai melalui APBD.

Pengiriman mahasiswa ke luar negeri akan diupayakan melalui kerja sama. Seperti yang sedang berjalan sekarang, Pemprov NTB sudah menjalin kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Malaysia.

“Tahun 2023 ini akan kita kirim 33 mahasiswa. Tahun depan kita harapkan lebih besar lagi,” ujarnya.

Menurut Wirawan, program seperti ini sebenarnya yang ideal, di mana Pemprov NTB menjadi fasilitator. Sehingga lebih banyak lagi anak-anak NTB yang mendapatkan beasiswa dari berbagai funding, agar tidak lagi menggunakan APBD.
Adapun bentuk fasilitasi yang diberikan Pemprov NTB adalah, dengan membuka jaringan kerja sama dengan negara-negara luar, perguruan tinggi dan lembaga yang memiliki program beasiswa.

“Kita bantu mahasiswa kita untuk meningkatkatkan kompetensi, sehingga bisa memenuhi kriteria terutama standar kemampuan bahasa inggrisnya. Strategi seperti ini akan lebih efisien dan lebih memungkinkan kita mengirim lebih banyak lagi anak-anak berprestasi dari NTB,” ucapnya. (HAK/MYM)

Baca Juga : Alumni Sayangkan Program Beasiswa NTB Dianggap Beban Anggaran Daerah

Laman sebelumnya 1 2 3

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button