Puluhan Siswa dan Guru SDN 2 Kuta Diduga Keracunan Setelah Acara Riders Go to School
Mataram (NTBSatu) – Puluhan siswa dan guru SDN 2 Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mengalami gejala mual hingga muntah. Peristiwa ini timbul beberapa jam setelah pembagian nasi kotak dalam kegiatan “Riders Go to School” pada Kamis, 8 Oktober 2026.
Kepala UPTD BLUD Puskesmas Kuta, Zainal Abidin, SKM., menjelaskan kegiatan ini merupakan program yang sudah rutin dilakukan setiap tahun.
“Informasi yang bisa saya sampaikan, ini kebetulan kan biasa setiap tahun. Biasanya Tim ITDC itu memberikan semacam bantuan ke beberapa sekolah atau satu sekolah,” katanya kepada NTBSatu pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Zaenal juga menjelaskan pihak katering mendistribusikan sebanyak 263 paket nasi kotak untuk guru serta siswa kelas 3 hingga kelas 6 SD sekitar pukul 08.00 sampai 09.00 Wita. Kegiatan bantuan ini bertepatan dengan sosialisasi keselamatan serta rangkaian ajang MotoGP Mandalika 2026.
Para siswa dan guru mengonsumsi makanan tersebut pada waktu yang bervariasi, termasuk saat jam istirahat siang sekitar pukul 12.00 Wita.
Gejala Bertahap dan Rawat Inap
Keluhan kesehatan mulai bermunculan secara bertahap sekitar pukul 16.00 Wita. Sejumlah siswa dan warga mendatangi Puskesmas Kuta serta klinik terdekat karena mengeluhkan gejala mual dan muntah ringan.
Puncak kedatangan pasien ke fasilitas kesehatan terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 Wita.
“Gejala ringan-ringan hanya mual, kadang-kadang ada yang sampai muntah. Tapi muntahnya juga tidak terlalu berat,” ujarnya.
Petugas medis memutuskan untuk memberikan perawatan rawat inap kepada tiga orang siswa dan seorang ibu rumah tangga di Puskesmas Kuta. Mereka mengalami gejala setelah mengonsumsi nasi kotak yang dibawa pulang oleh anaknya dari sekolah.
Anaknya sendiri tidak memakan jatah nasi tersebut sehingga sang ibu yang menghabiskannya dan mengalami gejala tersebut.
“Kebetulan siswa ini membawakan ibunya nasi, nasi kotak itu. Sehingga nasi kotak itu tidak dimakan sama anaknya, tapi ibunya yang makan. Nah, ibunya lah yang bergejala,” tuturnya.
Selain itu, Zaenal mengatakan keempat pasien rawat inap memerlukan tindakan rehidrasi medis melalui pemasangan cairan infus untuk memulihkan kondisi fisik. Petugas puskesmas terus menyisir pemukiman warga dan melakukan pemantauan intensif hingga Kamis malam pukul 23.00 Wita. Namun mereka tidak menemukan penambahan pasien baru.
Seluruh pasien yang menjalani observasi menunjukkan penanganan yang baik pada Jumat pagi sehingga tidak ada pasien yang memerlukan rujukan ke rumah sakit daerah.
Uji Laboratorium Sampel Makanan
Tim medis Puskesmas Kuta belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dari gangguan kesehatan massal tersebut karena masih menunggu hasil uji laboratorium yang valid. Namun, pihak ITDC telah mengambil sampel makanan sejak Kamis malam untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kami secara medis tidak bisa mengelompokkan ini gara-gara makanan dan sebagainya. Tentu kami belum berani menyimpulkan bahwa ini apakah akibat makanan atau bla-bla sebelum ada hasil pemeriksaan BPOM,” tegasnya.
Langkah pengujian sampel bertujuan untuk memastikan apakah timbulnya gejala medis tersebut murni karena kontaminasi bakteri makanan atau faktor teknis lainnya. Pihak penyelenggara bersama puskesmas terus berkoordinasi secara terbuka dalam mengawal penanganan seluruh korban yang sempat terdampak.
Zainal menyebut hasil pengujian sampel dari laboratorium BPOM biasanya keluar dalam beberapa hari ke depan guna memberikan kepastian penyebab kejadian ini.
Sebelumnya, Acara Riders Go to School di SDN 2 Kuta Mandalika dihadiri oleh lima pembalap Moto2 dan Moto3 dunia. Mereka adalah Mario Suryo Aji, Veda Ega Pratama, Manuel Gonzalez, Luca Lunetta, dan David Almansa. Selain itu turut hadir Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC Troy Warokka, perwakilan InJourney, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda NTB, serta Kepala SDN 2 Kuta Mandalika Lalu Satriadi beserta para guru dan siswa kelas III hingga VI. (*)




