Air Terjun Agal, Magnet Wisatawan Mancanegara di Marente
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Air Terjun Agal menjadi salah satu destinasi unggulan Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, yang menarik wisatawan lokal hingga mancanegara. Kepala Desa Marente, Khairuddin, menyebut wisatawan dari Rusia, Inggris, Jerman, Belanda, hingga India pernah mengunjungi destinasi tersebut.
Khairuddin mengatakan, pemerintah desa bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis) menyiapkan pemandu untuk mendampingi wisatawan menuju air terjun. Karena itu, pengunjung perlu berkoordinasi lebih awal agar pengelola dapat mengatur pendampingan selama perjalanan.
“Kalau ada pengunjung yang mau ke Agal, jauh-jauh hari harus ada pemberitahuan ke pengurus Pokdarwis. Supaya pengurus bisa mendampingi dari titik nol sampai ke lokasi air terjun,” ujarnya.
Menurutnya, pendampingan tersebut membantu pengelola mengawal perjalanan pengunjung hingga tiba di lokasi. Desa Marente juga memiliki pemandu yang mengantongi kartu tanda anggota (KTA) pemandu internasional.
“Alhamdulillah, pemandu sudah tersedia. Bahkan, ada yang memiliki KTA pemandu internasional,” katanya.
Selain itu, Desa Marente menyediakan Homestay Tiu Batu sebagai pilihan penginapan bagi wisatawan yang ingin bermalam dan menikmati potensi wisata setempat.
Marente Punya Tiga Air Terjun
Khairuddin mengungkapkan, Desa Marente memiliki tiga air terjun, yakni Agal, Setok, dan Sebra. Dari ketiganya, Air Terjun Agal paling sering menjadi tujuan wisatawan.
Marente juga menawarkan destinasi lain, seperti Tiu kele, Tiu Batu, Bendungan Kembar Marente, dan Tiu Kulit. Beragam pilihan tersebut memperkaya daya tarik wisata alam di desa itu.
“Alhamdulillah, banyak potensi wisata di Marente. Pengunjung bisa memilih mau ke bendungan, Tiu kulit, atau air terjun,” ungkapnya.
Pertanian Bergantung pada Kelestarian Hutan
Di luar pariwisata, masyarakat Marente mengembangkan pertanian jagung dan padi. Khairuddin menjelaskan, ketersediaan air mendukung aktivitas petani, termasuk saat musim kemarau.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar menjaga hutan sebagai sumber air bagi lahan pertanian dan kebutuhan sehari-hari.
“Hutan ini merupakan sumber air. Ketika hutan dibabat, yang ada itu air mata nanti. petani kesulitan air, air mata yang keluar, Ketika masyarakat kesulitan air bersih, air mata juga,” tegasnya.
Ia mengajak warga menjaga kelestarian hutan agar ketersediaan air tetap terjaga. Upaya tersebut penting untuk mendukung pertanian sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Kades Ajak Semua Pihak Kembangkan Marente
Selain pariwisata dan pertanian, Khairuddin menyebut Marente memiliki potensi sumber daya mineral, seperti emas, tembaga, galena, perak, dan timbal. Namun, data serta status pengelolaan potensi tersebut masih memerlukan pendalaman.
Ia mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan desa, mulai dari kalangan akademisi hingga tokoh agama dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi dapat membuka peluang bagi kemajuan Marente.
“Semua pemangku kepentingan kita berikan kesempatan dan peluang. Mari kita bangun Marente ini secara bersama-sama, baik dari sisi akademisi, tokoh agama, maupun tokoh masyarakat. Segala ide dan gagasan kita tuangkan untuk kemajuan Desa Marente ke depan,” tutupnya. (*)




