Ekonomi Bisnis

Pasokan Semen Anjlok, Disperindag NTB Surati Distributor Resmi

Mataram (NTBSatu) – Kendala pasokan batubara di tingkat produsen hulu serta kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi armada pengangkut memicu penurunan pasokan semen hingga mendorong kenaikan harga di wilayah Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan sidak lapangan di Kabupaten Lombok Timur, Senin, 28 September 2026. Pihaknya mengonfimasi penurunan volume pengiriman semen terjadi secara menyeluruh dari tingkat distributor utama hingga rantai pengecer di masyarakat.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Disperindag NTB, Lalu Afghan Muharor, mengungkapkan bahwa rantai distribusi utama mengalami penurunan pasokan secara drastis.

IKLAN

Pasokan harian PT Semen Indonesia untuk merek Semen Gresik dan Semen Merdeka merosot dari 65 ton menjadi 40 ton per hari..

Ia menambahkan, pihak distributor masih berupaya mempertahankan harga jual tetap stabil di angka Rp55.000 per zak untuk Semen Merdeka dan Rp65.000 per zak untuk Semen Gresik.

Lebih lanjut, Afgan membeberkan, kondisi serupa juga menerpa distributor PT Saka Agung Abadi yang menyalurkan Semen Tiga Roda.

IKLAN

Ia mencatat, kemerosotan volume pengiriman harian dari kapasitas normal sebanyak 12 truk per hari menjadi hanya 5 hingga 7 truk per hari, sementara distributor tetap mempertahankan harga jual pada angka Rp65.800 per zak.

Dampak lanjutan dari situasi ini, Afgan menambahkan keterbatasan pasokan di tingkat distributor langsung menekan lini pengecer akhir.

Ia mebeberkan, Toko Bangunan Citra Persada melaporkan penurunan penjualan harian dari normal 12.000 zak kini menjadi 5.000 zak.

Ia mengatakan keterbatasan stok tersebut mendorong kenaikan harga jual di tingkat toko sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000, sehingga harga semen di pasaran merambat naik ke kisaran Rp66. hingga Rp68.000 per zak.

Faktor Penyebab Gejolak Pasokan

Ia mengatakan, krisis batubara pabrik produsen di Jawa dan Sulawesi menjadi titik awal munculnya masalah pasokan ini

“Permasalahannya ada di hulu, pada produsen di Sulawesi dan Jawa. Batubara yang bermasalah menyebabkan penurunan kapasitas produksi, sehingga stok di masyarakat terbatas,” ujarnya kepada NTBSatu, Minggu, 4 Oktober 2026.

Sebagai perluasan masalah, ia juga menambahkan penurunan pasokan ini memicu dampak secara nasional dan berimbas luas ke berbagai daerah lain.

“Masalah ini skalanya nasional juga mengalami seperti beberapa provinsi lain seperti Kalimantan, karena pasokan dari produsen semen memang terbatas,” lanjutnya.

Afgan membeberkan bahwa truk pengangkut batubara dan semen terkendala perolehan BBM di perjalanan, sehingga memperlambat alur pengiriman barang.

Lonjakan proyek konstruksi lokal yang mengejar target akhir tahun turut memperkeruh situasi serta memicu kenaikan permintaan semen drastis.

Lebih lanjut, Afgan bersama Disperindag NTB melayangkan surat resmi kepada seluruh distributor semen guna menanggapi gejolak pasokan dan harga.

Melalui surat tersebut, mereka mendesak para distributor agar segera menerapkan sistem peringatan dini (early warning system) guna memantau kelancaran distribusi.

Afgan menyatakan pemerintah pusat dan daerah terus berkoordinasi intensif dengan produsen guna mengurai hambatan logistik pasokan semen Lombok. (*)

Artikel Terkait