Lombok TengahPeristiwa

Sade Masih Dipulihkan, Wisatawan Bisa Beralih ke Desa Adat Sasak Ende

Lombok Tengah (NTBSatu) – Wisatawan yang ingin menikmati suasana perkampungan adat Sasak tidak perlu khawatir kehilangan pilihan destinasi selama Desa Adat Sade masih dalam proses pemulihan pascakebakaran.

Salah satu alternatif yang bisa dikunjungi yakni Desa Wisata Adat Sasak Ende di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Lokasi Ende cukup dekat dari Desa Adat Sade. Kedua destinasi tersebut hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer. Sementara perjalanan dari Sade menuju Ende hanya membutuhkan sekitar tiga menit berkendara.

IKLAN

Karakteristik kedua desa wisata ini juga memiliki kemiripan. Ende masih mempertahankan permukiman tradisional masyarakat Sasak dengan rumah-rumah adat yang menggunakan material seperti bambu dan alang-alang.

Wisatawan dapat melihat langsung kehidupan masyarakat Sasak sekaligus mempelajari tradisi yang masih dipertahankan hingga kini.

Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan yakni belajar menenun kain tradisional Sasak. Berdasarkan data Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata, aktivitas menenun menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang tersedia di Sasak Ende.

IKLAN

Selain menenun, wisatawan juga dapat menikmati atraksi budaya Tari Peresean. Jadesta mencatat kedua atraksi tersebut sebagai produk wisata budaya Desa Wisata Adat Sasak Ende.

Tawarkan Suasana Perkampungan

Ende juga menawarkan suasana perkampungan yang relatif tenang. Wisatawan bisa berkeliling permukiman, melihat bangunan tradisional, berinteraksi dengan masyarakat serta mengenal kehidupan dan budaya Sasak secara langsung.

Pengelola juga menyediakan fasilitas pendukung seperti area parkir, kamar mandi umum, kios suvenir, musala, hingga area foto. Tersedia pula homestay dan paket wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman lebih lama di desa tersebut.

Bendahara Guide Lokal Desa Sade, Durya, mengatakan wisatawan yang tetap ingin berkunjung dan menikmati wisata budaya Sasak dapat mencoba destinasi lain seperti Ende.

Menurutnya, karakteristik Desa Ende hampir sama dengan Sade sehingga wisatawan tetap bisa mendapatkan pengalaman wisata budaya Sasak.

“Kalau sekarang mau ke sana, sudah mau disambut juga ada di sana,” kata Durya kepada NTBSatu beberapa waktu lalu.

Ia meminta wisatawan yang sebelumnya berencana mengunjungi Sade dapat memaklumi kondisi saat ini. Masyarakat masih melakukan pembenahan setelah kebakaran yang melanda kawasan tersebut.

“Saya untuk permakluman, mohon bersabar karena untuk kampung ini pembenahan atau pemulihan insya Allah secepatnya,” tuturnya.

Durya berharap aktivitas wisata di Sade dapat kembali berjalan setelah seluruh proses pemulihan selesai.

Sementara itu, Desa Wisata Adat Sasak Ende saat ini tercatat sebagai desa wisata kategori berkembang dalam data Jadesta Kementerian Pariwisata. Lokasinya berada di Jalan Pariwisata Sengkol-Kuta, Lombok Tengah. (*)

Artikel Terkait