Lombok TengahPendidikan

Siswa SMAN 1 Jonggat Protes soal Fasilitas, Sekolah Sebut Revitalisasi Sedang Berjalan

Lombok Tengah (NTBSatu) – Sejumlah siswa SMAN 1 Jonggat, Lombok Tengah, menyampaikan tuntutan terkait kondisi fasilitas dan pengelolaan kegiatan sekolah. Mereka menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari buku paket, ruang kelas, kelistrikan, hingga kegiatan ekstrakurikuler.

Tuntutan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap bertajuk “Aksi Revolusi SMANJA”. Siswa juga meminta Kepala SMAN 1 Jonggat, Mazhab, mundur dari jabatannya karena dinilai kepemimpinannya belum mampu menjawab persoalan di sekolah.

Menanggapi tuntutan tersebut, Mazhab mengatakan pihak sekolah saat ini sedang melakukan sejumlah perbaikan. Menurutnya, kondisi bangunan sekolah memang membutuhkan penanganan karena sebagian merupakan bangunan lama.

IKLAN

“Sedang bekerja. Tahun ini kami mendapat dana revitalisasi dari pemerintah pusat untuk memperbaiki sejumlah fasilitas,” kata Mazhab saat dikonfirmasi NTBSatu, Selasa 11 Agustus 2026.

Program tersebut mencakup rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu laboratorium kimia.

Selain rehabilitasi, sekolah juga mendapat pembangunan tiga ruang kelas baru. Mazhab menyebut anggaran revitalisasi tersebut mencapai sekitar Rp1,7 miliar.

“Untuk tiga ruang kelas, Rp1,7 miliar,” ujarnya.

Beli Buku Paket Secara Bertahap

Terkait keluhan siswa yang mengaku harus berbagi buku paket, Mazhab mengatakan sekolah memang belum mampu memenuhi kebutuhan buku dengan rasio satu siswa satu buku.

Ia menjelaskan, pengadaan buku dilakukan secara bertahap karena sekolah memiliki keterbatasan dalam pembelian. Tahun ini prioritasnya untuk satu angkatan.

“Dalam satu tahun kita melayani satu angkatan. Kita juga dekatkan buku ke kelas dengan menyiapkan lemari buku di masing-masing kelas, supaya siswa tidak bolak-balik ke perpustakaan,” jelasnya.

Mazhab mengatakan persoalan ketersediaan buku juga berkaitan dengan kondisi buku yang tidak selalu kembali ke lemari kelas.

“Isi lemari bukunya yang enggak utuh,” katanya.

Ia menyebut sekolah beberapa kali menemukan buku yang berada di luar tempat penyimpanan. Karena itu, Mazhab meminta siswa dan guru ikut menjaga buku yang tersedia di sekolah.

Ekskul Tetap Berjalan

Siswa juga menyoroti kegiatan ekstrakurikuler yang kekurangan pelatih dan pendanaan. Mereka mengaku harus patungan untuk mengikuti sejumlah kompetisi.

Mazhab membantah anggapan bahwa sekolah menghentikan kegiatan ekstrakurikuler. Menurutnya, keterbatasan pembiayaan muncul setelah adanya moratorium terhadap pungutan BPP.

Ia menjelaskan, sekolah tidak bisa menggunakan dana BOS untuk membayar honor pelatih. Sementara itu, pembiayaan kegiatan ekstrakurikuler membutuhkan dukungan untuk latihan dan kompetisi.

“Semua sekolah terdampak,” ujarnya.

Terkait isu pembubaran ekstrakurikuler olahraga, Mazhab mengatakan sekolah tidak pernah melarang siswa mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut pihak sekolah hanya meminta untuk pengelolaan suporter.

Sekolah meminta adanya daftar pengurus, anggota, dan penanggung jawab suporter. Langkah itu, kata Mazhab, ia lakukan setelah sekolah sebelumnya mendapat penalti akibat keributan yang melibatkan suporter dalam sebuah pertandingan.

“Bukan dilarang. Artinya harus jelas siapa koordinatornya, anggotanya berapa,” katanya.

Mazhab memastikan kegiatan latihan tetap berjalan. Ia bahkan menyebut sekolah masih memberikan fasilitas untuk mendukung latihan suporter.

Terkait Tuntutan Mundur

Mengenai tuntutan siswa agar ia mundur dari jabatan kepala sekolah, Mazhab menyerahkan keputusan tersebut kepada pimpinan yang memiliki kewenangan.

Ia mengatakan sekolah tetap terbuka terhadap aspirasi dan tidak menolak kritik dari siswa.

“Kalau evaluasi, aspirasi anak-anak itu kita tidak alergi,” ujarnya.

Mazhab berharap siswa menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang berlaku agar mendapat tindak lanjut dari sekolah.

Ia juga mengatakan perbaikan fasilitas membutuhkan proses dan harus mengikuti skala prioritas. Menurutnya, kondisi bangunan lama memang menjadi salah satu persoalan yang sedang sekolah tangani melalui program revitalisasi tahun ini. (*)

Artikel Terkait