PemerintahanSumbawa Barat

KSB Jadi Tuan Rumah Kemah Literasi NTB 2027, Pemkab Pacu Target TGM

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menerima kepercayaan besar menjadi tuan rumah Kemah Literasi NTB tahun 2027 mendatang. Penunjukan resmi tersebut berlangsung dalam kegiatan Kemah Literasi NTB di Mataram.

Kepercayaan ini menjadi motivasi sekaligus tantangan besar bagi pemerintah daerah. Pemkab berkomitmen menggerakkan gerakan literasi hingga menjangkau tingkat desa.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) KSB, Hermanto, S.Pd., M.M. mengungkapkan, momen ini menjadi pemacu untuk mendongkrak Tingkat Gemar Membaca (TGM) masyarakat. Saat ini angka TGM KSB baru mencapai 63 persen, masih di bawah target ideal sebesar 80 hingga 100 persen.

IKLAN

Pemerintah daerah bersama Bunda Literasi KSB, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov., terus berikhtiar memacu indeks kegemaran membaca tersebut. Hermanto menilai, literasi merupakan fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

“Alhamdulillah Ibu Wakil Bupati selaku Bunda Literasi KSB terus memberikan dukungan penuh. Gubernur NTB bersama Bunda Literasi NTB juga menetapkan KSB sebagai tuan rumah Kemah Literasi 2027. Saat ini tingkat kegemaran membaca kita baru sekitar 63 persen,” ujar Hermanto, Minggu, 20 September 2026.

Hermanto mengakui tantangan membangun budaya membaca saat ini semakin berat akibat pesatnya perkembangan teknologi digital. Anak-anak zaman sekarang jauh lebih akrab dengan gawai ketimbang buku bacaan.

IKLAN

“Kalau sekarang ada anak menangis, orang tua justru memberikan handphone. Padahal memberikan buku jauh lebih baik,” tuturnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hermanto menekankan pentingnya peran aktif lingkungan keluarga. Pihak dinas juga mendorong pembentukan pojok literasi di setiap desa sebagai tempat anak-anak berkumpul, membaca, berdiskusi, hingga membedah buku bersama.

Ia menjelaskan bahwa makna literasi tidak sekadar membaca, melainkan mencakup kemampuan memahami, mengkaji, berpikir kritis, hingga menulis. Kemampuan ini sangat penting bagi generasi muda KSB dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Lingkungan keluarga dan desa memegang kunci utama. Jika budaya membaca tumbuh dari tingkat tapak, tingkat kegemaran membaca KSB secara keseluruhan pasti akan meningkat,” pungkas Hermanto. (*)

Artikel Terkait