Stagnasi Hasil Panen Sejak 2025, Lahan Rumput Laut Sumbawa Barat Butuh Istirahat
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat terus mendorong para pembudidaya meliburkan lahan budidaya rumput laut. Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan kesuburan perairan dan meningkatkan produksi rumput laut.
Hasil panen rumput laut di wilayah Sumbawa Barat mengalami penurunan sejak tahun 2025. Padahal komoditas unggulan ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat pesisir setempat.
Kepala Dinas Perikanan Sumbawa Barat, Agus Purnawan S.Pi., M.M., menjelaskan kondisi tersebut. Pihaknya sengaja mengosongkan area budidaya demi menstabilkan kembali kualitas perairan.
“Produksi saat ini turun karena kami mengosongkan lahan untuk mengembalikan stabilitas air,” ujarnya kepada NTBSatu, Senin, 20 Juli 2026.
“Sama seperti lahan pertanian, perairan rumput laut juga membutuhkan waktu istirahat,” tambahnya.
Istirahat lahan ini memberi kesempatan bagi ekosistem laut untuk memulihkan nutrisi alami. Dinas Perikanan Sumbawa Barat juga menggandeng para akademisi dari Universitas Mataram (Unram). Kerja sama ini bertujuan untuk menguji kondisi fisik dan kualitas lingkungan perairan.
“Kami sudah berkonsultasi dengan dosen Universitas Mataram mengenai masalah penurunan ini,” ujarnya.
Selain itu, pihak dinas menjalin koordinasi intensif bersama Balai Perikanan Laut. Langkah koordinasi ini memperkuat kajian ilmiah mengenai kondisi kawasan pesisir.
“Balai Perikanan Laut mencatat seluruh wilayah NTB mengalami stagnasi hasil rumput laut,” ujarnya.
Faktor fisik lahan menjadi penyebab utama penurunan produktivitas di berbagai daerah.
Pengosongan lahan secara serentak menjadi solusi terbaik untuk memutus siklus penyakit. Para petambak menyambut baik arahan tersebut demi keberlanjutan usaha mereka.
Pemerintah daerah optimistis produksi rumput laut akan melonjak kembali setelah masa istirahat. Langkah pemulihan ini akan menjaga kualitas hasil panen pada masa mendatang.
Dinas Perikanan KSB terus mendampingi para pembudidaya selama proses pengosongan lahan berlangsung. Pembudidaya berharap sektor perikanan ini segera bangkit dan memperkuat ekonomi daerah. (*)




