Lombok BaratPemerintahan

Risiko Kebakaran Tinggi, Desa Meninting Minta Tambahan Armada Damkar

Lombok Barat (NTBSatu) – Kondisi cuaca kering selama musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran di sejumlah wilayah Batulayar, Lombok Barat.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Meninting meminta penambahan armada pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan saat terjadi kebakaran.

Kepala Desa Meninting, Mahnan Hariyanto menyebut, risiko kebakaran di wilayahnya cukup tinggi. Ia mencatat, setidaknya ada empat kejadian kebakaran terjadi di Meninting selama musim kemarau.

IKLAN

“Yang jadi kesulitan kebakaran di mana-mana tapi mobil operasional UPT Kecamatan Batulayar hanya satu bagaimana mungkin bisa teratasi kalau terjadi kebakaran,” ujar Mahnan kepada NTBSatu, Minggu, 20 September 2026.

Sebagai informasi, kebakaran pertama terjadi di Dusun Pelempat dan menghanguskan rumah warga. Kebakaran kedua terjadi di dusun yang sama, tepatnya di pinggir jalan. Kejadian itu menghanguskan rombong dan lapak milik warga.

Kebakaran berikutnya terjadi di depan SPBU Meninting. Sementara itu, kebakaran keempat terjadi di kawasan perumahan Ayodhya Palace.

IKLAN

“Kalau risiko kebakaran lumayan tinggi kami.  Seperti 3 hari yang lalu ada ODGJ hanya buang puntung rokok di lokasi Komplek perumahan Ayodhya, itu merembet jadi kebakaran,” jelasnya.

Mahnan menyoroti keterbatasan armada UPT Damkar Batulayar. Menurutnya, satu kendaraan operasional harus melayani wilayah dengan potensi kejadian yang tersebar. Ia berharap pemerintah menambah armada yang dapat bersiaga dekat masyarakat.

“Harapan kami semoga ada penambahan mobil operasional damkar yang stand by di kantor camat,” ujarnya.

Damkar Akui Armada Masih Kurang

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lobar, Suherman, mengakui keterbatasan armada. Ia menyebut wilayah yang mereka tangani memang sangat luas.

“Kalau dengan rasio itu masih kurang seperti itu, wilayah yang kita tangani juga sangat luas,” ujar Suherman beberapa waktu lalu.

Suherman menyebut, pemerintah menyiapkan pembentukan tiga UPT berdasarkan wilayah pelayanan. Pembagian tersebut mencakup wilayah utara, tengah, dan selatan.

“Sudah ada rencana pembangunan untuk wilayah Sekotong dan Lembar. Yang aktif sekarang di Batu Layar meskipun armadanya kurang,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Lobar, Lalu Muh. Fauzi, juga mengakui frekuensi kebakaran selama Juli hingga September memperberat beban petugas.

“Ya, kalau kita lihat dengan kejadian yang begitu tinggi di bulan Juli, Agustus, September ini, kita rasakan armada kita kurang,” jelas Fauzi ke NTBSatu beberapa waktu lalu.

Fauzi menyebut, idealnya setiap kecamatan memiliki satu kendaraan tangki. “Idealnya itu harus ada satu tangki di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan armada dapat mempercepat respons petugas kepada masyarakat. Target waktu respons Damkar berada pada angka 15 menit.

Namun, pemerintah baru mengoperasikan UPT Damkar di Batulayar. Pemerintah juga menargetkan UPT Narmada dan Sekotong beroperasi tahun ini.(*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait