Tertinggi Nasional, 101 Ribu Warga Lombok Timur Terdaftar Aplikasi Perlinsos
Lombok Timur (NTBSatu) – Pergerakan pendataan warga melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Lombok Timur (Lotim) mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam dua hari terakhir. Hingga Selasa, 11 Agustus 2026 malam, sebanyak 101 ribu warga telah terdaftar dalam aplikasi tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, M. Juaini Taofik mengatakan, capaian itu menempatkan Lombok Timur sebagai daerah dengan pergerakan pendaftaran tertinggi di antara 43 daerah yang mengikuti uji coba aplikasi Perlinsos.
“Dua hari terakhir ini pergerakan Perlinsos kita tertinggi secara nasional,” ujarnya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pemerintah sebelumnya menargetkan pendataan terhadap 140 ribu warga pada tahap awal, terutama masyarakat pada desil satu hingga desil empat. Namun, Pemkab Lombok Timur mendorong pendataan lebih luas agar seluruh masyarakat dapat mengetahui status kelayakannya dalam data perlindungan sosial.
Juaini menyebut, antusiasme masyarakat ikut mendorong tingginya capaian pendataan. Warga tidak hanya datang untuk memperoleh bantuan, tetapi juga ingin memastikan apakah mereka masuk kategori penerima bantuan sosial.
“Walaupun mereka tidak langsung menerima bantuan saat ini, mereka hanya ingin mengecek apakah layak atau tidak menerima bantuan,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan Dewan Ekonomi Nasional, Lombok Timur mencatat 18.977 pendaftaran dalam satu hari. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Kota Makassar sebanyak 16.419 pendaftaran dan Sumedang sebanyak 16.060 pendaftaran.
“Ini tiga daerah terbesar yang mampu mendaftarkan warganya di aplikasi Perlinsos,” jelasnya.
Pendaftaran Dikebut hingga 31 Agustus
Pemkab Lombok Timur kini terus mendorong masyarakat memanfaatkan waktu pendataan yang tersisa. Pemerintah menetapkan batas pendaftaran hingga 31 Agustus 2026.
Masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri dengan mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Bagi warga yang belum mampu mengaktifkan IKD secara mandiri, pemerintah menyiapkan bantuan melalui ASN yang bertugas di kantor desa.
Juaini mengatakan pemerintah juga memanfaatkan jaringan pelayanan di desa untuk memperluas jangkauan pendataan.
“Harapan kita, sampai 31 Agustus semuanya sudah terdaftar di aplikasi Perlinsos,” tandasnya.
Data pemerintah mencatat jumlah penduduk Lombok Timur mencapai sekitar 501.146 jiwa.
Pemkab menargetkan, seluruh warga masuk dalam pendataan, agar pemerintah memiliki basis data yang lebih akurat untuk menentukan penerima program perlindungan sosial. (*)




