Target Investasi Rp1,25 Triliun, Pemkab Lombok Timur Andalkan Porang dan Percepatan RDTR
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menargetkan realisasi investasi sebesar Rp1,25 triliun pada 2026. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi. Mulai dari percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) hingga pengembangan sektor unggulan yang berpotensi menarik investor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Timur, Sosiawan Putraji menilai, keberhasilan mencapai target investasi tidak hanya bergantung pada masuknya investor baru. Kepatuhan perusahaan dalam melaporkan kegiatan penanaman modal juga menjadi faktor penting yang memengaruhi capaian investasi daerah.
“Setiap perusahaan harus menyampaikan laporan LKPM secara jujur dan patuh. Tidak cukup hanya melapor, tetapi data yang diberikan juga harus sesuai kondisi sebenarnya,” ujarnya, kemarin.
Selain itu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memperkuat iklim investasi. Salah satu hasilnya adalah fasilitasi penyusunan RDTR di empat kawasan, yakni Sembalun, Keruak-Jerowaru, kawasan Rasimas yang mencakup Terara, Sikur, Masbagik, dan wilayah perkotaan Selong.
Pemerintah menilai RDTR penting karena dokumen itu memberikan kepastian ruang bagi investor yang ingin menanamkan modal di Lombok Timur.
Meski demikian, pemerintah tidak ingin menunggu seluruh dokumen tata ruang selesai. Pemerintah daerah terus mendorong sektor UMKM, pertanian, perikanan, dan pergudangan untuk menarik investasi baru. Pemerintah juga memfasilitasi proses perizinan usaha agar aktivitas ekonomi dapat tumbuh lebih cepat.
“Tanpa menunggu RDTR selesai, kita bisa mulai. Kita gelar karpet merah bagi investor yang ada,” ujarnya.
Andalkan Hilirisasi Porang
Pemkab Lombok Timur mengandalkan porang sebagai salah satu komoditas unggulan untuk menarik investasi. Saat ini, pengembangan porang telah berjalan di Kecamatan Pringgabaya. Industri porang di Lombok Timur mulai bergerak ke tahap hilirisasi dengan mengolah hasil panen menjadi tepung bernilai ekonomi lebih tinggi.
Pemkab Lombok Timur menjadikan porang sebagai proyek unggulan dalam Sasambo Investment Challenge. Melalui ajang itu, pemerintah daerah berupaya mempertemukan potensi porang dengan calon investor.
“Porang menjadi salah satu proyek yang paling mungkin kita dorong saat ini. Potensinya besar dan sudah mulai berkembang di Pringgabaya,” katanya.
Di sektor pariwisata, minat investor juga mulai terlihat. Beberapa investor aktif mencari informasi terkait tata ruang dan zonasi sebelum membangun usaha di Lombok Timur.
Pemerintah daerah bahkan telah menerima permintaan informasi mengenai lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan hotel dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.
Pemerintah berharap berbagai upaya tersebut dapat meningkatkan realisasi investasi dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, target investasi Lombok Timur mencapai Rp1,2 triliun dengan realisasi sekitar 30 hingga 40 persen.
“Kalau sektor perhotelan, perikanan, dan porang terus berkembang, mudah-mudahan realisasi investasi tahun ini bisa meningkat,” ujarnya. (*)




