Wakil Wali Kota Bima Apresiasi STKIP Tamsis, Dorong Kepemimpinan Berbasis Data
Bima (NTBSatu) – Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, S.H., mengapresiasi STKIP Taman Siswa Bima (Tamsis) yang menggelar Sharing Session pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Sharing Session mengusung tema Menjadi Pemimpin yang Kuat: Strategi Komunikasi, Kolaborasi Program yang Efektif dan Efisien.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wali Kota Bima dengan menghadirkan tiga akademisi nasional sebagai narasumber.
Ketiga pembicara itu yakni Prof. Dr. Nurliah Nurdin, S.IP., M.A. dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Chusnul Mar’iyah, Ph.D dari Universitas Indonesia, serta Dr. Abdul Aziz, M.Si dari Universitas Brawijaya.
Forum tersebut menjadi ruang berbagi gagasan mengenai kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi program dalam pemerintahan.
Apresiasi untuk STKIP Taman Siswa
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr. H. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menyampaikan bahwa kampus terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Berbagai program kampus, menurutnya, selalu menyesuaikan kebutuhan daerah, termasuk mendukung penguatan tim Job Fit.
Ia juga mengungkapkan target STKIP Taman Siswa Bima yang ingin mencetak 40 doktor pada 2027. Target tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bima.
Pada kesempatan yang sama, Feri Sofyan mengapresiasi kehadiran para narasumber yang bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada peserta. Menurutnya, forum seperti ini memberi kesempatan bagi aparatur pemerintah dan masyarakat untuk memperluas wawasan mengenai kepemimpinan.
“Kita coba menyerap ilmu dan pengalaman berharga dari penyampaian materi hari ini,” ujar Feri Sofyan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ketua STKIP Taman Siswa Bima beserta yayasan yang selama hampir dua dekade konsisten melahirkan lulusan sarjana sebagai kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bima.
Birokrasi Harus Berbasis Data
Pada sesi materi, Prof. Dr. Nurliah Nurdin mengingatkan pentingnya memperkuat birokrasi sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, setiap kebijakan perlu bertumpu pada data yang akurat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara tepat.
Ia menegaskan bahwa pola lama yang mengutamakan kedekatan emosional sudah saatnya bergeser menuju sistem yang mengedepankan kompetensi, integritas, dan potensi aparatur.
“Sistem lama yang berdasarkan kedekatan emosional harus bergeser menjadi sistem yang berdasarkan kompetensi, potensi, dan integritas,” tegasnya.
Prof. Nurliah menjelaskan, tata kelola pemerintahan akan berjalan lebih baik apabila seluruh instansi memanfaatkan data secara terintegrasi. Langkah tersebut juga mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Ia turut mengingatkan bahwa kepala daerah dapat berganti, namun birokrasi harus tetap profesional dan memiliki kemampuan menjaga kesinambungan pelayanan publik. Karena itu, setiap aparatur perlu memahami kompetensi yang dimiliki sekaligus memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Selain Prof. Nurliah, forum tersebut juga menghadirkan Chusnul Mar’iyah, Ph.D dari Universitas Indonesia dan Dr. Abdul Aziz, M.Si dari Universitas Brawijaya.
Keduanya turut memperkaya diskusi mengenai strategi komunikasi dan kolaborasi program untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.
Sharing Session tersebut menjadi bagian dari komitmen STKIP Taman Siswa Bima dalam mempererat kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan ini, kampus berharap lahir pemimpin yang mampu membangun komunikasi efektif, memperkuat birokrasi profesional, serta menyusun kebijakan berbasis data demi mendorong kemajuan Kota Bima. (*)




