Lombok TimurPendidikan

Sempat Diduga Keracunan, Ratusan Siswa SDN 1 Jurit Baru Belum Lagi Terima MBG

Lombok Timur (NTBSatu) – Sebanyak 267 siswa SDN 1 Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, belum kembali menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyaluran berhenti sejak insiden dugaan keracunan yang menimpa 13 siswa pada April 2026 lalu.

Kepala SDN 1 Jurit Baru, Marlin mengatakan, para siswa masih sering menanyakan kelanjutan program MBG. Namun, hingga kini pihak sekolah belum menerima kepastian kapan penyaluran kembali berlangsung.

“Anak-anak setiap hari bertanya kapan mendapatkan MBG lagi. Kami hanya bisa menjawab nanti kalau sudah ada. Sampai sekarang sudah sekitar tiga bulan belum ada distribusi,” ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.

IKLAN

Marlin menjelaskan, sebelum insiden itu sekolah menerima MBG dari SPPG Pringgasela Selatan Lombok Timur di bawah Yayasan Bakti Rumah Peduli Riau.

Menurutnya, menu, kemasan, dan pelayanan dari penyedia tersebut berjalan baik sehingga tidak pernah menimbulkan persoalan.

Selanjutnya, SDN 1 Jurit Baru bergabung dengan SPPG Yayasan Bersatu Berjuang Menang NTB melalui Dapur Djumaiyah.

Pihak sekolah kemudian mulai menyampaikan sejumlah masukan terkait kualitas makanan. Guru-guru bahkan mengirim foto makanan kepada penyedia. Karena menurut pihak sekolah, menu tersebut tidak sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan.

“Guru-guru setiap hari memberikan masukan. Kami kirim foto kondisi makanan dan merincikan semuanya. Tapi jawabannya hanya satu, ‘ini sudah takaran dari MBG Pusat’,” ujarnya.

Tak lama setelah pergantian penyedia, sebanyak 13 siswa diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan MBG. Sejak saat itu, penyaluran program ke SDN 1 Jurit Baru terhenti.

Marlin mengaku, sekolah sempat berharap bisa kembali menerima distribusi dari penyedia sebelumnya. Namun, keputusan tersebut berada di luar kewenangan pihak sekolah.

“Kalau yang dulu kami mau. Tapi kami disarankan berkoordinasi dengan korcam. Sampai sekarang belum ada lagi dapur yang menyalurkan MBG ke sekolah kami,” katanya.

Hingga kini, belum ada dapur MBG yang kembali melayani SDN 1 Jurit Baru. Sementara itu, ratusan siswa masih menunggu program tersebut kembali berjalan. (*)

Artikel Terkait