JUBER GENTING Bangun 26 Jamban Sehat untuk Keluarga Berisiko Stunting di Lotim
Lombok Timur (NTBSatu) – Jumat Berkah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (JUBER GENTING) membangun 26 jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting di Kabupaten Lombok Timur.
Sebanyak 14 jamban berdiri di Desa Bagik Payung Timur dan 12 jamban lainnya di Desa Kerongkong, Kecamatan Suralaga, melalui dukungan Orang Tua Asuh (OTA).
Tim Penilai Nasional (TPN) dan Tim Penilai Internal (TPI) Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI WBK) meninjau langsung manfaat JUBER GENTING di Desa Bagik Payung Timur, pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Saiful Anugrahadi, mengembangkan JUBER GENTING untuk membantu keluarga berisiko stunting, memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus memiliki fasilitas sanitasi yang layak.
Di Kecamatan Suralaga, sebanyak 244 Orang Tua Asuh (OTA) ikut menjalankan JUBER GENTING dengan memberikan dukungan sesuai kebutuhan keluarga sasaran.
Sebanyak 230 OTA memberikan bantuan nutrisi, sedangkan 14 OTA membantu keluarga memenuhi kebutuhan jamban sehat. Kolaborasi tersebut menghasilkan 26 jamban sehat pada dua desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur, Muksin mengatakan, JUBER GENTING menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“JUBER GENTING merupakan inovasi yang sangat baik karena tidak berhenti pada pendataan atau pemberian bantuan. Tetapi menghadirkan intervensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” kata Muksin.
Muksin mengatakan manfaat JUBER GENTING terlihat langsung, terutama bagi keluarga yang sebelumnya belum memiliki jamban sehat. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, PKB, dan OTA memperkuat manfaat program bagi masyarakat.
Tim Penilai Ardi Nugroho berharap JUBER GENTING terus berjalan dan menjangkau lebih banyak keluarga berisiko stunting. Ia juga mendorong seluruh pihak menjaga keberlanjutan kolaborasi dalam program tersebut.
“Kami berharap inovasi JUBER GENTING ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan. Sehingga semakin banyak keluarga berisiko stunting yang mendapatkan manfaat,” ujar Ardi.
Ardi mendorong PKB, pemerintah daerah, OTA, dan masyarakat memperkuat kolaborasi agar bantuan yang mereka berikan benar-benar menjawab kebutuhan keluarga penerima.
Manfaat JUBER GENTING
Salah satu penerima manfaat, Baiq Jenuh Hati, merasakan langsung manfaat JUBER GENTING setelah keluarganya memperoleh jamban sehat dan layak.
“Sebelumnya kami tidak memiliki jamban, tetapi sekarang kami sudah memiliki jamban yang layak. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih,” kata Baiq Jenuh Hati.
Kunjungan verifikasi turut menghadirkan Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi NTB, Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN NTB, serta perwakilan Tim Kerja Kemendukbangga/BKKBN NTB.
Kepala Bidang Penggerakan Masyarakat DP3AKB Lombok Timur, PKB/PLKB Lombok Timur, OTA Desa Bagik Payung Timur, serta keluarga penerima manfaat turut mengikuti kunjungan lapangan tersebut.
JUBER GENTING tidak hanya membantu keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi. Tetapi juga mendorong mereka memiliki lingkungan hidup yang sehat dan fasilitas sanitasi yang layak.
Program ini menggabungkan bantuan nutrisi dan sanitasi melalui kolaborasi pemerintah daerah, PKB/PLKB, OTA, serta masyarakat untuk membantu keluarga berisiko stunting.
JUBER GENTING menunjukkan intervensi dari lini lapangan dapat memberikan manfaat nyata ketika berbagai pihak bergerak bersama membantu keluarga berisiko stunting. (*)




