Pemkab Lombok Timur Siapkan Lahan 1 Hektare untuk Tampung Panen Bawang Putih
Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menyiapkan lahan seluas 1 hektare untuk pembangunan gudang penyimpanan bawang putih. Fasilitas tersebut untuk menampung hasil panen petani sekaligus menjaga ketersediaan bawang putih sebagai benih untuk musim tanam berikutnya.
Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin mengatakan, pemerintah perlu menyediakan tempat penyimpanan agar petani tidak kesulitan menampung hasil panen setelah memasuki masa panen.
“Kami ada lahan satu hektare yang bisa digunakan untuk membangun gudang,” ujarnya, kemarin.
H. Iron, sapaan Bupati menyebut, rencana pembangunan gudang tersebut mendapat perhatian Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia berencana membantu membangun gudang dengan ukuran sekitar 12 meter x 12 meter.
Pemkab Lombok Timur memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan gudang mencapai Rp5 miliar. Ia berharap, pemerintah dapat segera merealisasikan pembangunan tersebut.
Menurutnya, keberadaan gudang penting untuk menjaga hasil panen petani. Sebagian hasil panen dapat tersimpan dengan baik dan kembali digunakan sebagai benih pada musim tanam berikutnya.
“Yang kita harapkan, hasil panen petani yang bisa jadi benih untuk bibit berikutnya itu dapat tersimpan dengan baik di sini,” ujarnya.
Ajukan 7 Kecamatan Pengembang Bawang Putih
Selain menyiapkan lahan, Pemkab Lombok Timur juga mengajukan tujuh kecamatan untuk pengembangan bawang putih. Wilayah tersebut meliputi Pringgabaya, Suela, Sikur, Masbagik, Pringgasela dan Wanasaba serta satu kecamatan lainnya.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, pengembangan bawang putih memiliki potensi besar bagi petani. Dengan kualitas benih yang baik, produktivitas bawang putih dapat mencapai sekitar 16 ton per hektare, bahkan berpotensi menembus 20 ton lebih.
“Kalau dengan kualitas yang kita miliki sekarang bisa sampai 16 ton per hektare. Bahkan bisa lebih dari 20 ton, tergantung benihnya unggul atau tidak,” katanya.
Ia berharap, pembangunan gudang dapat memperkuat penyerapan hasil panen petani. Pemerintah juga perlu memastikan harga pembelian tetap bersaing agar petani tidak memilih menjual hasil panennya ke pasar umum.
“Petani di Sembalun semuanya menanam dan mendukung program ini. Yang penting jangan sampai begitu mereka panen, off-taker-nya kurang modal,” katanya. (*)




