Pemerintahan

Tak Sekadar Magang, Peserta Program Jepang NTB Berpeluang Raih Beasiswa Rp900 Juta

Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB tidak hanya membuka jalan kerja bagi warganya ke Negeri Sakura. Lebih dari itu, para peserta program pemagangan kini berpeluang mengantongi beasiswa pendidikan tinggi bernilai Rp900 juta di Jepang.

Peluang emas itu disampaikan saat Pemprov NTB mengakhiri Pelatihan Tahap I bagi 46 calon peserta Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 393 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) NTB, Mataram, Senin 28 September 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Aidy Furqon, menjelaskan bahwa Pemprov NTB menggandeng Kementerian Desa PDTT untuk menyediakan fasilitas beasiswa tersebut. Ia menyampaikan, kemampuan bahasa Jepang minimal tingkat N3 menjadi syarat utama bagi peserta yang ingin meraih beasiswa kuliah ini.

IKLAN

“Peserta yang mampu mencapai level N3 berkesempatan meraih beasiswa hingga Rp900 juta sampai lulus. Bagi yang masih berada di bawah level N3, mereka tetap bisa bekerja magang sambil memperkuat kemampuan bahasa di sana untuk mengejar peluang beasiswa tersebut,” ujar Aidy, Senin 28 Agustus 2026.

Dari total 46 peserta yang menyelesaikan pelatihan intensif selama 58 hari tersebut, sebanyak 22 orang di antaranya sudah memegang kontrak kerja resmi dari perusahaan penerima di Jepang.

Rombongan pertama ini akan terbang lebih awal menuju Bekasi, Jawa Barat, untuk mengikuti Pelatihan Tahap II sebelum berangkat ke Jepang. Sementara itu, manajemen mengimbau 24 peserta sisanya termasuk 16 orang yang menanti kuota pemanggilan berikutnya agar terus mengasah ketahanan fisik dan kemampuan bahasa selama masa tunggu.

IKLAN

Minta Peserta Pulang Bawa Keterampilan

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan langka ini untuk mentransformasi cara berpikir dan meningkatkan kualitas diri, bukan hanya sekadar berburu rupiah.

“Jangan tunggu sampai tiba di Jepang baru mengubah diri. Disiplin itu bukan hanya datang tepat waktu, melainkan melakukan hal yang seharusnya dengan benar meski tanpa pengawasan. Jika kalian rajin, jujur, dan sopan, nama Indonesia ikut terangkat,” kata Abul Chair

Ia juga menggarisbawahi pentingnya membawa pulang bekal ilmu serta pengalaman yang matang seusai menuntaskan masa magang tiga tahun.

“Berangkatlah sebagai peserta magang, belajarlah sebagai murid, bekerjalah sebagai profesional, dan pulanglah sebagai manusia yang lebih matang serta berguna,” lanjutnya.

Pelatihan Tahap I yang sejak 3 Agustus 2026 ini sebanyak 46 peserta dari berbagai jalur seleksi. Angka tersebut mencakup 33 orang hasil rekrutmen November 2025, 11 orang dari rekrutmen Mei 2025. Serta, dua peserta utusan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur. (Japriani)

Artikel Terkait