NTB

Tanggapi Kasus Pasien BPJS dan Perundungan Nakes, TGB Tekankan Pembenahan Total

Mataram (NTBSatu) – Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) menanggapi secara tegas peristiwa meninggalnya Yurizal (29), seorang pasien BPJS Kesehatan yang terlambat mendapatkan pelayanan medis hingga memicu perundungan di media sosial.

TGB menilai tragedi ini harus menjadi momentum introspeksi nasional bagi seluruh pengelola layanan kesehatan publik. Ia menegaskan BPJS Kesehatan merupakan program pelayanan kesehatan publik terbesar yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Namun, pihak pengelola dan pemerintah wajib membenahi pelaksanaan di lapangan secara menyeluruh. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi nyawa warga melayang akibat keterlambatan penanganan medis.

IKLAN

​”Pelayanan harus lebih manusiawi, tidak ada yang terlantar, tidak ada yang terpinggirkan, semua mendapatkan yang terbaik,” ujarnya, mengutip akun Instagram @tuangurubajang pada Jumat, 7 Juli 2026.

Dorong Empati dan Etika Bermedia Sosial

Selain menyoroti kinerja fasilitas kesehatan, TGB juga mengecam keras aksi perundungan yang melibatkan oknum tenaga kesehatan dan warganet di media sosial. Ia meminta masyarakat, khususnya kelompok terdidik, untuk memelihara empati serta menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital.

​”Jangan arogan, tendensius, dan menghina sana-sini. Jangan menormalisasi bullying oleh siapa pun dan kepada siapa pun,” tegas Gubernur NTB dua periode itu.

​Menurutnya, kelompok terdidik dan tenaga medis memikul tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi publik, baik dalam bersikap maupun berucap.

Sikap empati harus terwujud secara nyata kepada setiap warga yang sedang menghadapi musibah sakit.

Evaluasi Layanan Kesehatan Nasional

Oleh karena itu, Tuan Guru Bajang mendesak manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia untuk mengambil pelajaran berharga dari kasus ini.

Pengelola fasilitas kesehatan harus mengevaluasi prosedur darurat dan meningkatkan kualitas pelayanan secara konkret demi menjamin keselamatan pasien.

​TGB mengingatkan bahwa kualitas layanan kesehatan menentukan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

“Kita harus ingat bahwa kesehatan adalah urat nadi dari kehidupan bangsa,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait