Santer Kursi Ketua Gerindra NTB Banyak yang Incar, Pathul Bahri: Silakan Saja
Mataram (NTBSatu) – Beberapa waktu lalu, sempat santer jadi pembicaraan soal dinamika perebutan kursi Ketua Partai Gerindra di tingkat daerah, termasuk di NTB.
Di NTB, sejumlah nama mencuat dan disebut-sebut berpeluang memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Setidaknya ada empat nama yang santer disebut bakal mencoba memgambil peluang memimpin partai besutan Presiden Prabowo Subianto itu.
Ada kader internal hingga figur eksternal dari kalangan birokrat dan purnawirawan aparat penegak hukum.
Keempat nama yang mencuat tersebut adalah Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, yang juga sebagai Ketua DPD Partai Gerindra NTB. Kedua, ada mantan Kapolda NTB, Hadi Gunawan.
Dua lainnya adalah Kepala Daerah aktif saat ini. Di antaranya: Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Serta, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin alias H. Iron.
Ketua DPD Gerindra NTB, Lalu Pathul Bahri menanggapi santai soal dinamika tersebut. Ia mempersilahkan siapa saja untuk mengincar kursi partai berlambang burung garuda itu.
“Silahkan saja,” singkatnya.
Di tengah dinamika tersebut, Bupati Lombok Tengah ini menyampaikan bahwa setiap perubahan struktur kepengurusan sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Alasannya, karena partai tersebut menganut sistem komando. Berbeda dengan partai politik lainnya.
“Partai ini kan partai komando. Tergantung DPP. Santai saja,” ujarnya.
Lantaran menganut sistem komando, Pathul juga mengaku belum ada komunikasi khusus dengan DPP untuk mengamankan kursi DPD Gerindra NTB. Baginya, yang terpenting sekarang adalah memastikan roda organisasi berjalan dengan semestinya.
“Tidak (ada komunikasi dengan DPP), santai saja. Yang jelas tugas-tugas kami sebagai abdu masyarakat itu berjalan dengan baik. Itu yang paling penting,” ungkapnya.
Respons Gubernur NTB
Terpisah, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, tidak berkomentar banyak soal bursa pencalonan Ketua DPD Gerindra NTB. Saat ditanya, ia hanya melempar canda.
“Ada lagi ini. Macam-macam,” katanya menipis pertanyaan awak media soal namanya disebut-sebut masuk bursa calon Ketua DPD Gerindra NTB.
Jauh sebelumnya, Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Nauvar Furqoni Farinduan menyebutkan, isu dinamika di internal DPD Partai Gerindra NTB belum terlalu mencolok. Menyusul hingga saat ini, belum ada tanda-tanda perubahan struktur maupun persaingan internal yang mengemuka di tubuh partai.
“Sejauh yang saya tahu, tidak ada dinamika. Dinamika itu kan konteksnya ada perebutan atau perubahan, sementara ini saya belum mendengar itu di internal,” kata Farin sapaan Sekretaris DPD Gerindra NTB kepada NTBSatu, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, mekanisme di Partai Gerindra berbeda dengan partai lain, karena menganut sistem komando. Setiap perubahan struktur kepengurusan sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
“Kalau di Gerindra, perubahan itu sifatnya perintah. DPP akan langsung mengeluarkan surat keputusan kalau memang ada perubahan kepengurusan,” katanya.
Dinamika Eksternal
Meski demikian, ia tidak menampik munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpotensi memimpin DPD Gerindra NTB, termasuk figur kepala daerah hingga mantan pejabat. Menurutnya, hal itu sah dan menjadi bagian dari dinamika eksternal.
“Siapapun yang ingin berjuang bersama Gerindra tentu terbuka. Kita punya kesamaan ideologi dan tujuan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini DPP belum memberikan sinyal adanya penyegaran atau perubahan struktur di tingkat daerah. Fokus utama partai saat ini adalah mengawal program-program Presiden Prabowo Subianto yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.
“Perintah hari ini jelas, memastikan visi misi Presiden berjalan maksimal. Itu yang menjadi fokus seluruh kader, baik di pusat maupun daerah,” jelasnya.
Disinggung soal sosok yang diinginkan DPP untuk memimpin Gerindra NTB, Farin tidak membeberkannya secara rinci. Hanya saja ia menyampaikan, jika memang ke depan terjadi penyempurnaan struktur kepengurusan, kemungkinan yang menjadi pertimbangannya adalah sosok yang dapat memperkuat ekspansi partai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
“Kalau pun ada penyempurnaan, tujuannya pasti untuk membuat Gerindra di NTB lebih masif lagi, tidak hanya dari jumlah capaian tapi juga kualitas,” katanya.
“Indikatornya jelas, dari kemenangan presiden, capaian kepala daerah, hingga kursi DPRD semuanya meningkat. Artinya secara eksisting kita sudah baik,” ungkapnya. (*)




