Pengurusan Rekening dan Selisih Data Medali Tunda Pencairan Bonus Atlet KSB
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat membeberkan alasan yang menunda pencairan bonus bagi para atlet lokal.
Proses verifikasi rekening penerima serta temuan selisih data perolehan medali menjadi kendala utama yang menghambat penuntasan administrasi.
Tim menemukan kendala tersebut usai menggelar rapat koordinasi bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan pihak perbankan. Mereka mendapati banyak nomor rekening atlet tidak sesuai dengan identitas penerima pada Surat Keputusan (SK).
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disparpora KSB, Rizky Syahputra menyebut, sejumlah atlet mendaftarkan rekening atas nama orang lain.
Selain itu, beberapa atlet juga menggunakan akun bank digital seperti SeaBank yang belum mendukung fasilitas kliring antarbank.
“Pencairan harus melalui transfer rekening resmi. Namun, saat verifikasi, banyak nama pemilik rekening tidak cocok dengan SK. Aturan melarang hal tersebut, sehingga kami harus memeriksa data satu per satu,” ujarnya, Kamis, 24 September 2026.
Selisih Data Medali
Di samping masalah rekening, Dinas menghadapi perbedaan data perolehan medali. Laporan awal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa Barat mencatat 268 medali. Sedangkan SK KONI Provinsi NTB hanya mencatat 260 medali, sehingga memicu selisih 8 medali.
Lantaran SK KONI Provinsi hanya menyajikan angka akumulasi tanpa merinci nama atlet, Dinas memilih tetap berpatokan pada SK KONI Kabupaten Sumbawa Barat. Pihaknya mengambil langkah ini demi melindungi hak para atlet yang tercantum dalam data daerah.
“Kami tidak bisa mengurangi nama penerima secara sepihak. Karena SK Provinsi tidak melampirkan rincian nama, kami tetap berpatokan pada SK KONI Kabupaten yang sudah mencantumkan nama-nama atletnya secara jelas,” tambah Rizky.
Guna mengapresiasi prestasi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran bonus atlet tahun ini mencapai Rp3,1 miliar. Angka ini melonjak drastis daripada alokasi tahun 2023 yang mencatat nilai Rp1,5 miliar.
Pemerintah daerah menerapkan mekanisme transfer langsung ke rekening masing-masing atlet penerima. Penerapan transaksi non-tunai ini menjadi komitmen Pemkab Sumbawa Barat dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas penyaluran anggaran daerah.
Tim menargetkan proses verifikasi data rekening selesai dalam satu hingga dua hari ke depan. Pemkab Sumbawa Barat juga menjadwalkan agenda penyambutan dan ramah-tamah bersama Bupati sebelum mentransfer bonus ke rekening para atlet pada akhir bulan ini. (*)




