TRC Pemprov NTB Turun Tangan Perbaiki Jalan Rusak di Rumbuk Lombok Timur
Mataram (NTBSatu) – Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur Pemprov NTB turun tangan perbaikan jalan rusak di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Kamis, 13 Agustus 2026.
Kepala Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Lalu Kusuma Wijaya mengatakan, TRC langsung turun setelah mendapat laporan. Ia menegaskan, perbaikan jalan rusak sepanjang 10 meter itu akan selesai ditangani pekan depan,
“InsyaAllah akan segera kita tangani. InsyaAllah Minggu depan sudah kita tangani,” kata Wijaya kepada NTBSatu, Kamis, 13 Agustus 2026.
Ditanya mengenai anggaran perbaikan jalan tersebut, ia belum bisa membeberkannya. Alasannya, masih dalam proses perhitungan.
“Sebentar masih kita hitung,” ujarnya.
Berdasarkan catatan DPRD Lombok Timur, jalan rusak tersebut sudah bertahun-tahun. Statusnya merupakan jalan provinsi.
Wijaya pun tak menampik terkait kondisi jalan tersebut. Ia mengatakan, keberadaan jalan itu sudah teridentifikasi, namun penanganan kerusakannya menggunakan skala prioritas. Berdasarkan tingkat kerusakannya.
“Penanganan kerusakan jalan itu mengacu pada tingkat kerusakan jalan yang lebih prioritas untuk kita tangani. Dulu (masih belum parah). Seiring waktu jadi bertambah rusak seperti sekarang ini,” jelasnya.
Rusak Bertahun-tahun
Sebagai informasi, kondisi jalan provinsi di Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, kembali mendapat sorotan. Kerusakan yang terjadi di sejumlah titik sudah berlangsung bertahun-tahun dan mulai membahayakan pengguna jalan.
Anggota Komisi IV DPRD Lombok Timur, Ahmad Amrullah mengatakan, warga telah berulang kali mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Politikus PDIP itu menilai, pemerintah provinsi perlu segera mengambil langkah karena ruas jalan tersebut menjadi jalur utama masyarakat.
Menurut Amrullah, warga bersama pemerintah desa sebelumnya sempat melakukan penambalan secara swadaya. Namun, upaya tersebut hanya mampu bertahan sementara karena kerusakan kembali muncul.
“Ini sudah bertahun-tahun. Dulu pernah dilakukan perbaikan, tetapi sudah lama sekali. Masyarakat dan desa juga sempat menambal, tetapi tidak kuat,” ujarnya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia menyebut, kerusakan paling parah berada di depan Kantor Desa Rumbuk. Panjang titik kerusakan tersebut sekitar 10 meter. Kondisi lubang yang berada di badan jalan, kerap membuat pengendara kehilangan keseimbangan, terutama saat melintas pada malam hari. (*)




