AdvertorialLombok Barat

Agus Sueb Biantara Maju Pilkades, Gagas Reformasi Desa Terong Tawah

Mataram (NTBSatu) – Agus Sueb Biantara resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa Terong Tawah pada Senin, 5 Oktober 2026.

Agus menyebut, pencalonannya sebagai upaya untuk reformasi besar-besaran desa Terong Tawah. Menurutnya, kondisi desa saat ini sangat memprihatinkan dan butuh perubahan.  

“Ini berawal dari keprihatinan kami sebagai warga desa melihat kondisi dan fakta di desa ini,” ujar Agus Sueb kepada NTBSatu, Kamis, 8 Oktober 2026.

Pria yang memiliki latar belakang sebagai Ketua Forum Masyarakat Terong Tawah (Formaster) itu telah membulatkan tekad untuk membawa perubahan di desa ini. Ada banyak permasalahan desa yang ia sebut tak pernah bisa tuntas di kepemimpinan Kepala Desa Terong Tawah sebelumnya.

Ia membandingkan Terong Tawah dengan desa lain yang memiliki fasilitas seperti ambulans, truk sampah ataupun fasilitas penunjang kesehatan lainnya.

“Kenapa kok desa ini tidak bisa mengikuti jejak desa lain. Padahal kalau secara anggaran cukup besar, yakni sekitar Rp1,3 miliar dari tahun ke tahun,” ujar pria berusia 49 tahun tersebut.

Sebut Berjuang Melalui Formaster

Ia juga menceritakan perjuangannya selama ini melalui Formaster kepada NTBSatu. Agus menyebut, ia dengan masyarakat yang tergabung dalam Formaster itu kerap menyuarakan  beragam permasalahan masyarakat yang tak bisa pemerintah desa selesaikan sejak 2024. Beberapa masalah itu seperti persoalan sampah dan nyamuk demam berdarah.

Ia menilai desa tak mampu menyuarakan hal itu ke pemerintah yang lebih atas, hingga Formaster yang berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Lombok Barat untuk membantu masyarakat menyelesaikan kedua permasalahan tersebut.

“Kami sejak dulu mencoba mengadvokasi persoalan- persoalan kecil yang diderita masyarakat. Masyarakat mempercayakan itu pada kami sebagai penyambung lidah mereka,” jelasnya.

Agus juga menyebut peran mereka dalam menyuarakan permasalahan jalan berlubang di beberapa dusun. Ia menilai pemerintah desa lambat dalam mengeksekusi perbaikan jalan.

Selain itu, ia juga menyinggung BUMDes fiktif desa Terong Tawah. Agus telah berulang kali mencoba bertanya tentang hal itu ke Pemerintah Desa, namun tak ada transparansi.

“Saya adukan hal ini ke Komisi Informasi NTB, 4 bulan kami bersidang, akhirnya kami menangkan. Namun, sampai sekarang pemerintah desa tak mampu membuktikan keberadaan BUMDes itu,” ujarnya.

Visi Perubahan

Dari beragam pengalaman menyuarakan masyarakat tersebut, Agus mempunyai visi untuk mengembangkan beberapa sektor. Salah satunya adalah pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa pihak swasta di Terong Tawah untuk kebaikan bersama di masyarakat desa.

“Berapa banyak pengelolaan uang kayak pengembang perumahan di desa Terong Tawah ini, tapi tak ada yang dirasakan masyarakat, mungkin nanti akan kita manfaatkan CSR dari mereka,” jelasnya.

Ia juga menyinggung keterlibatan anak muda. Agus menyebut, akan mengaktifkan kembali karang taruna dan menyediakan beragam kegiatan masyarakat dan kepemudaan yang bermanfaat.

“Agar diskusi terbangun dengan pemuda sehingga kita bisa diskusikan masalah yang ada di desa dan ada perubahan signifikan yang dirasakan oleh masyarakat desa,” pungkasnya. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait