Pemerintahan

Aidy Furqan Tawarkan Reformasi Birokrasi dan Solusi Krisis Fiskal Jika Terpilih Jadi Sekda NTB

Mataram (NTBSatu) – Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., memaparkan strategi reformasi birokrasi apabila terpilih sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) NTB.

Aidy Furqan menilai, posisi Sekda memegang peran sentral dalam memastikan arah kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur berjalan efektif, melalui sistem birokrasi yang adaptif dan produktif.

Ia menegaskan, tantangan birokrasi saat ini menuntut manajemen strategis yang terukur, berbasis kinerja. Serta, selaras dengan kebutuhan pembangunan jangka menengah.

Reformasi Birokrasi

Untuk menjawab tantangan penataan birokrasi daerah, Aidy Furqan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi utama. Ia menyiapkan konsep “Manajemen Strategi Sekda Menuju NTB Makmur Mendunia”.

IKLAN

“Saya menyiapkan strategi Sekda dengan Manajemen Strategi Sekda Menuju NTB Makmur Mendunia. Dengan mengembangkan satu manajemen SDM NTB unggul dan produktif melalui manajemen Meta Evaluasi Plasma,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 1 Januari 2026.

Konsep ini menekankan peningkatan kemampuan aparatur melalui peningkatan kapasitas, pengembangan keterampilan. Serta, pelatihan ulang agar SDM menjadi inovatif dan berdaya saing.

Menurutnya, SDM unggul berperan dalam membantu pembangunan dan mendorong inovasi melalui pola kerja yang saling terhubung.

Untuk memastikan kinerja aparatur terukur, ia mendorong penerapan sistem kerja berbasis proyek melalui konsep ASN production based job. Setiap ASN nantinya memiliki indikator capaian kinerja yang jelas, terukur, dan langsung terlaksana dengan dukungan sistem berbasis teknologi.

Solusi Krisis Fiskal NTB

Selain reformasi birokrasi, Aidy Furqan juga menawarkan solusi atas tekanan fiskal daerah di tengah pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp1 triliun.

Ia memfokuskan langkah pada program prioritas kedua dan ketiga Pemerintah Provinsi NTB. Khususnya, pengendalian inflasi daerah serta penguatan program Desa Berdaya.

“Saya menawarkan strategi membantu Gubernur dan Wakilnya untuk mewujudkan visi misinya dengan manajemen yang saya buat yaitu JEBOL De-Sa dan JARI Ma-Nia,” ungkapnya.

Konsep JEBOL De-Sa berfungsi sebagai Jembatan Berbasis Daring antara Desa dan Sekolah, untuk memperkuat ekosistem pembangunan desa.

Sementara itu, JARI Ma-Nia berperan sebagai Jaringan Strategis dalam Mengatasi Kerentanan Inflasi menuju NTB Makmur Mendunia.

Seluruh manajemen tersebut berjalan secara kolaboratif dan sinergis lintas organisasi perangkat daerah serta lintas kementerian.

Apabila terpilih sebagai Sekda NTB, Aidy Furqan menyatakan langkah awal akan berfokus pada permintaan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur, dan percepatan meritokrasi birokrasi.

Selain itu, penyusunan indikator kerja ASN berbasis proyek dan production job, serta penyusunan strategi akseleratif untuk mewujudkan triple agenda dan agenda pembangunan daerah lainnya. (MRF/*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button