Catatan Satu Tahun LazAdha: Lima Prioritas, Ragam Capaian
Catatan dari Desa
Dari tingkat desa, LAZ mendapat satu catatan kritis. Kepala Desa Taman Ayu, Tajudin menyebut, LazAdha memang bisa dianggap cukup baik karena perubahan sudah mulai muncul, mulai dari ekonomi, kelihatan kota, dan lain-lain. Namun, menurut Tajudin, pelaksanaan salah satu program unggulan LazAdha yakni Rp1 Miliar per Desa masih terkendala di teknis dan OPD.
“Ada satu yang kurang, terutama penafsiran program sejahtera dari desa oleh OPD. Menurut saya, kerja OPD masih sering tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Bupati Lombok Barat.Meskipun Bupati selalu minta kerja berdasarkan data dan pengawasan terhadap kinerja OPD, sayangnya, pada prakteknya masih kurang di teknis OPD,” kritik Tajudin.
Sementara Kades Midang, Samsudin menilai, kemajuan yang dicapai dalam waktu satu tahun tergolong cepat. “Dengan waktu yang relatif singkat, kemajuan di berbagai bidang sudah sangat nampak. Kekompakan bupati dan wakilnya patut dicontoh, ide dan gagasannya energik, dan lobi ke pusat berjalan optimal,” ujarnya.
Dari rangkaian catatan dan ulasan tersebut, kinerja LazAdha menunjukkan hasil. Namun demikian, lima program prioritas ini belum sepenuhnya tuntas. Sejumlah capaian layak diapresiasi, sementara tantangan pemerataan dan keberlanjutan masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Tahun-tahun berikutnya akan menjadi penentu, apakah fondasi yang sudah dibangun mampu berkembang menjadi perubahan struktural jangka panjang bagi Lombok Barat, atau berhenti sebagai catatan progres di awal masa jabatan, sebagai capaian jangka pendek. (Zani)



