Catatan Satu Tahun LazAdha: Lima Prioritas, Ragam Capaian
Alun-alun sebagai Ruang Publik Inklusif
Perencanaan dan pembangunan alun-alun kantor bupati menjadi bukti konkret komitmen pemerintah daerah menghadirkan ruang publik modern dan inklusif.

Dengan anggaran sekitar Rp9 miliar, kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang seremonial, tetapi juga pusat aktivitas masyarakat.
Kepala Dinas PUPRPKP Lombok Barat, Lalu Ratnawi menjelaskan, pengembangan alun-alun dirancang sebagai ruang terbuka inklusif yang ramah bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial, olahraga, dan aktivitas publik.
“Konsep alun-alun ini kita desain sebagai ruang terbuka yang inklusif, ramah anak dan ramah lansia. Masyarakat bisa berinteraksi, berolahraga, dan memanfaatkan ruang publik ini secara maksimal,” ujar Ratnawi kepada NTBSatu, Selasa, 10 Februari 2026.
Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kegiatan edukasi dan literasi masyarakat yang memanfaatkan ruang publik tersebut. “Pak Bupati menginstruksikan agar disiapkan WiFi gratis, sehingga masyarakat tidak hanya beraktivitas fisik, tetapi juga bisa memanfaatkan alun-alun untuk kegiatan edukatif,” jelas Ratnawi.
Bupati LAZ menegaskan, pembangunan alun- alun ini bertujuan untuk menjadikan ruang perkantoran menjadi ruang publik. Sehingga, tidak ada lagi kesan kantor pemerintah yang formal dan kaku. LAZ juga berjanji akan memperpanjang jalur dua di depan alun- alun sampai di depan masjid raya Baitul Atiq nantinya.
“Kota Gerung dan depan alun- alun ini haruslah menjadi hidup dan ramai. Ini harapan yang kami idamkan dan ingin kami realisasikan. Insyaallah, kami targetkan penyelesaiannya sebelum HUT Kabupaten Lobar besok, itu mimpi kami,” tegas LAZ dalam sambutannya.



