Izinkan Pejabat Mudik Pakai Mobil Dinas, Bupati LAZ: Asalkan Bertanggung Jawab
Lombok Barat (NTBSatu) – Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan, tidak ada larangan khusus bagi pejabat daerah yang ingin menggunakan kendaraan dinas untuk keperluan mudik Lebaran.
Namun, ia menekankan penggunaan fasilitas negara tersebut harus tetap disertai tanggung jawab. Menurut Zaini, hingga saat ini belum ada pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat yang mengajukan izin menggunakan mobil dinas untuk mudik.
“Sampai sekarang belum ada yang mengajukan untuk mudik menggunakan kendaraan dinas,” ujarnya, Jumat, 13 Maret 2026.
Meski demikian, orang nomor satu di Lombok Barat itu menyatakan, pada prinsipnya pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan jika ada pejabat yang membutuhkan kendaraan dinas selama masa libur Lebaran.
Ia menegaskan, penggunaan kendaraan tersebut tetap boleh selama yang bersangkutan mampu menjaga dan bertanggung jawab. “Kalau saya, pada prinsipnya diizinkan saja selama yang menggunakan bertanggung jawab terhadap kendaraan tersebut,” kata Bupati LAZ.
Ia juga menilai, kemungkinan pejabat menggunakan kendaraan dinas untuk mudik sebenarnya sangat kecil. Pasalnya, sebagian besar pejabat di lingkungan pemerintah daerah sudah memiliki kendaraan pribadi.
Menurutnya, kendaraan pribadi menjadi pilihan yang lebih praktis bagi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pegawai pemerintah. “Saya yakin rata-rata pegawai, khususnya kepala OPD, sudah memiliki kendaraan pribadi masing-masing,” jelasnya.
Karena itu, ia memperkirakan penggunaan mobil dinas untuk kepentingan mudik tidak akan banyak terjadi. “Kalaupun ada, satu dua yang menggunakan, menurut saya tidak masalah selama masih dalam pengawasan dan tetap menjaga fasilitas tersebut,” ujarnya.
Bupati LAZ juga menegaskan, kendaraan dinas tetap merupakan aset pemerintah yang harus para pejabat pelihara dengan baik. Karena itu, siapa pun yang menggunakan fasilitas tersebut harus memastikan kondisi kendaraan tetap terjaga.
“Saya kira tidak akan banyak yang memakai kendaraan dinas, tetapi kalaupun ya, pasti tetap mereka jaga dan bertanggung jawab,” jelasnya. (Zani)



