BREAKING NEWSLombok Timur

Baru Empat Hari Dibuka, Pendaki asal Belgia Terpeleset di Jalur Torean Rinjani

Lombok Timur (NTBSatu) – Seorang pendaki luar negeri mengalami kecelakaan di Gunung Rinjani, pada Sabtu, 4 April 2026. Peristiwa ini terjadi sebelum genap sepekan jalur pendakian resmi kembali dibuka pada 1 April lalu.

Juliette Marcelle V Andre (25), seorang warga negara Belgia, dilaporkan mengalami cedera serius pada kaki sebelah kiri saat melintasi jalur curam menuju Danau Segara Anak. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Astekita Ardiaristo menjelaskan keadaan korban setelah jatuh.

IKLAN

“Korban mengalami bengkak pada pergelangan kaki dan diduga mengalami patah tulang. Sehingga, korban mengalami kesulitan untuk berjalan,” katanya kepada NTBSatu, Sabtu, 4 April 2026.

Berdasarkan data dari aplikasi e-Rinjani, korban teregistrasi mulai mendaki pada Jumat, 3 April 2026. Ia melewati pintu pendakian Sembalun dengan kode tiket ERAXXUX6FQULA.

Insiden dilaporkan terjadi pada hari ini Sabtu, 4 April 2026, sekitar pukul 11.30 Wita. Saat korban dikabarkan bersama pemandu dan porternya sedang menuruni jalur curam menuju Danau Segara Anak.

Upaya Evakuasi Lapangan

Setelah menerima informasi kecelakaan, petugas segera melakukan koordinasi dengan tim evakuasi Eden Medical Health Center (EMHC). Dari hasil asesmen awal, korban mengalami pembengkakan parah pada pergelangan kaki kiri yang diduga karena dislokasi tulang.

Hal ini membuat korban tidak bisa berjalan secara mandiri. Kemudian, tim menginstruksikan pemandu membawa korban segera naik kembali ke titik aman terdekat, mengingat kondisi medan yang sulit di jalur menuju danau.

“Tim meminta guide yang bersama korban, agar korban dibawa naik ke shelter emergency di Pelawangan 1 Sembalun untuk mendapatkan penanganan awal,” lanjutnya.

Penanganan di Selter Darurat

Proses evakuasi berlangsung dengan bantuan porter yang bertugas menggendong korban, untuk melintasi tanjakan terjal menuju area pegunungan Rinjani. Pada sekitar pukul 13.43 Wita, korban akhirnya tiba di Shelter Emergency 1 Pelawangan dan langsung mendapatkan perawatan medis awal dari petugas jaga setempat.

Hingga pukul 14.00 Wita, tim evakuasi lanjutan dilaporkan telah bergerak dari titik bawah dan berada di Pos 2. Mereka terus melakukan pendakian menuju Pelawangan, guna menjemput dan membawa korban turun untuk mendapat penanganan medis lanjutan.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi para pendaki terkait tantangan berat di medan Rinjani. Terutama, di awal musim pendakian yang membutuhkan kewaspadaan ekstra. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button