Lombok Timur

Kadis LH Lotim Pasang Badan, Siap Berikan Pendampingan Sanitasi untuk Dapur MBG

Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), mengingatkan soal intensitas pendampingan teknis terhadap Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG), untuk memastikan pengelolaan limbah sisa produksi tidak mencemari lingkungan.

Langkah ini cukup krusial sebagai pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selaras, dengan standar kesehatan lingkungan.

IKLAN

Kepala DLH Kabupaten Lombok Timur, Dr. H. Pathurrahman mengatakan, sebaiknya dapur harus mengelola limbah dengan baik.

“Prinsipnya, setiap limbah sebaiknya dikelola dengan baik dan saniter. Karena jelas berdampak terhadap lingkungan sekitar, minimal munculnya bau,” katanya kepada NTBSatu, Kamis, 2 April 2026.

Berdasarkan keterangan Pathurrahman, pihak DLH sudah menerjunkan tim khusus ke lokasi-lokasi dapur yang mengajukan fasilitasi. Pendampingan berfokus pada standarisasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), guna mencegah ceceran limbah cair di area terbuka.

Pihaknya juga memberikan arahan teknis terkait pembuatan bak penampungan yang mampu meminimalisir risiko lingkungan, baik sekitar pemukiman maupun sekolah.

Sampai saat ini, edukasi menjadi instrumen utama yang pihaknya berikan pada pengelola SPPG. DLH Lotim juga memberikan panduan terkait perbedaan penanganan limbah, agar tidak menghasilkan residu yang mengganggu kenyamanan publik.

“Kami memberitahukan kalau ini limbah cair, dia harus dibuatkan bak, supaya tidak berceceran di halaman terbuka. Itu standar-standar prinsipnya,” lanjutnya.

Di sisi lain, ia juga menegaskan perannya hanya sebatas pada ranah fasilitasi dan edukasi teknis. Sedangkan yang berkaitan dengan regulasi izin operasional dan sanksi, merupakan wewenang dari instansi terkait.

DLH Lotim hanya fokus untuk memastikan program tetap berjalan lancar dan tetap bertanggung jawab secara ekologis. Pathurrahman berharap, adanya pendampingan ini bisa mengoptimalkan penyaluran MBG bagi siswa di Lombok Timur, setelah fasilitas sanitasi di dapur mitra memenuhi kriteria operasional.

“MBG ini kan program strategis nasional ya, harus kita dukung. Tetapi juga jangan sampai limbahnya tidak dikelola,” tegasnya. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button