HEADLINE NEWSPariwisata

Hari Pertama Dibuka, Pendakian Gunung Rinjani Didominasi Jalur Utara

Lombok Timur (NTBSatu) – Hari pertama pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani, pada 1 April 2026 didominasi pendaki di jalur Utara. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mencatat, kuota jalur Utara telah terisi penuh.

Kepala Seksi Sub Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardi Arisno menyebut, jumlah pendaki terbanyak berasal dari jalur Sembalun. “Dari Sembalun sendiri hampir 370-an pendaki yang akan mendaki. Rinciannya 209 wisatawan nusantara dan 168 wisatawan mancanegara,” ungkapnya, Rabu, 1 April 2026.

IKLAN

Selain Sembalun, jalur Senaru tercatat sekitar 20 pendaki. Sementara itu, jalur Torean belum digunakan untuk pendakian naik dan lebih difungsikan sebagai jalur turun.

“Di Torean tidak ada pengunjung yang naik, tetapi nanti saat turun sebagian mungkin akan lewat sana,” katanya.

Di jalur Selatan, jumlah pendaki tercatat lebih sedikit. Jalur Timbanuh sebanyak 55 calon pendaki, Tetebatu sembilan orang, dan Aik Berik empat orang.

Astekita menjelaskan, dari total pendaki yang terdaftar, sekitar 70 persen telah melakukan check-in pada hari pertama. “Masih ada sekitar 33 tiket yang belum check-in. Kemungkinan masih dalam perjalanan,” jelasnya.

Ia mengaku, belum dapat memastikan secara rinci asal pendaki yang belum melakukan check-in tersebut, namun perkiraannya wisatawan nusantara. “Kalau rinciannya belum bisa dilihat, tetapi sepertinya dari Nusantara,” ujarnya.

Selain itu, Balai TNGR juga mulai mengembangkan inovasi pengelolaan pendakian melalui program Rinjani 7.0 yang sebelumnya pihaknya sampaikan saat Rinjani Begawai Festival 2024. Program tersebut mencakup penggunaan teknologi seperti beacon untuk pelacakan pendaki, sistem RFID berbentuk gelang, serta penguatan jaringan komunikasi di kawasan pendakian.

“Untuk beacon masih tahap uji coba karena membutuhkan sinyal. Kita juga sedang menyiapkan fasilitas pendukungnya,” katanya.

Ia menambahkan, teknologi RFID saat ini masih dalam tahap perencanaan dan menunggu penggunaan anggaran dari Pemerintah Pusat.

TNGR mengimbau seluruh pendaki untuk tetap mengikuti prosedur dan aturan selama melakukan pendakian di kawasan Pulau Lombok. “Yang penting tetap patuhi aturan selama pendakian,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button