Siapkan Tim Audit, Inspektur NTB Ngaku Sudah Lama “Bidik” Pabrik Mangkrak di Brida
Mataram (NTBSatu) – Inspektorat NTB sedang membentuk tim audit untuk menelusuri keberadaan tiga pabrik pakan yang sudah lama mangkrak di Kawasan Science Technology and Industrial Park (STIPark) Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat.
Pembentukan tim ini menyusul permintaan audit oleh Brida NTB beberapa hari lalu.
“Sudah masuk kemarin (surat permintaan audit),” kata Inspektur NTB, Budi Herman, Selasa, 21 April 2026.
Budi mengatakan, tim ini berasal dari internal Inspektorat saja. Agenda pemeriksaannya belum dijadwalkan, karena lagi fokus pembentukan tim terlebih dulu.
“Kita bentuk tim dulu,” ujarnya.
Ia menyebut, Inspektorat NTB sudah “membidik” keberadaan tiga pabrik pakan mangkrak tersebut sejak lama. Namun, untuk agenda pemeriksaannya terhambat oleh sejumlah kegiatan lain. Mengingat, sejak Januari Inspektorat sudah bergerak melakukan pengawasan di Sumbawa, Dompu, maupun Bima.
“Kalau Brida kan saya fokusnya dari dulu memang. Tetapi kan ada kegiatan lain. Inspektorat dari 1 Januari itu langsung ke Sumbawa, ke ini dan itu,” ungkapnya.
Ia sangat menyayangkan keberadaan pabrik-pabrik itu tidak dimanfaatkan secara maksimal. Apalagi proses Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak investor memakan waktu yang lama.
“Kan itu kalau tidak kita manfaatkan betul secara maksimal sayang betul itu, karena untuk membuat itu jadi sebuah PKS prosesnya panjang dan makan waktu serta biaya juga. Jadi kalau dibiarkan sangat disayangkan,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan, selain Brida, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain juga sudah meminta dilakukan audit oleh Inspektorat. Seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas PUPRPKP, dan sebagainya.
“Hampir seluruh OPD ( minta audit),” tutupnya.
Sebagai informasi, tiga pabrik pakan yang berlokasi di Kawasan Science Technology and Industrial Park (STIPark) Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Banyumulek, Kabupaten Lombok Barat, kini mangkrak dan tidak beroperasi.
Alasan Permintaan Audit
Kepala Brida NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan, pabrik ini dibangun sejak tahun 2020 lalu. Kemudian, peresmiannya pada tahun 2023, saat masa kepemimpinan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.
“Pembangunan pabtrik itu sejak 2020 lalu, kini sudah mangkrak,” ujar Aryadi, Senin, 20 April 2026.
Menyinggung berapa nilai proyek pembangunan pabrik tersebut, ia mengaku tidak mengetahuinya. Menyusul, ia baru menjabat sebagai Kepala Brida. Namun ia menegaskan, keberadaan pabrik tersebut sudah lama tidak beroperasi.
“Kalau itu (nilai proyek) saya kurang tahu,” ujarnya.
Setelah bertahun-tahun mangkrak dan tidak ada kegiatan, memaksa Brida NTB melayangkan surat kepada Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh. Hal ini sebagai dasar untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.
“Feedmill sejak saya di sana memang tidak pernah operasi. Sehingga saya minta kemarin audit dulu,” ungkapnya.
Ia menegaskan, permintaan audit ini karena ingin mengungkap secara terang siapa pihak yang sebenarnya memiliki kewenangan dalam pengelolaan pabrik tersebut.
“Kita berharap, audit ini mampu menjawab persoalan utama, mengapa pabrik yang telah kita kontrak selama tiga tahun itu tak kunjung beroperasi,” ujarnya. (05)



