Kejar Target Kartu Sumbawa Barat Maju, Bupati Amar Minta OPD Matangkan Program 2027
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak cepat menuntaskan capaian program daerah. Hal ini ditekankan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata dan nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Bumi Pariri Lema Bariri.
Salah satu poin krusial yang Bupati soroti adalah pendistribusian Kartu Sumbawa Barat Maju. Hingga saat ini, progres distribusi telah mencapai 90,07 persen.
“Saya berharap hingga akhir bulan April ini, seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat telah menerima dan merasakan manfaat dari kartu tersebut,” ujar Bupati Amar, Senin, 20 April 2026.
Penyusunan Agenda 2027 di Tengah Tantangan Fiskal
Menyusul tuntasnya agenda Musrenbang tingkat Kabupaten dan Provinsi NTB untuk tahun 2027, Bupati mengingatkan bahwa arah pembangunan ke depan harus berpijak pada efisiensi. Mengingat kondisi fiskal daerah yang dinamis dan penuh tantangan, ia meminta pimpinan OPD tidak asal-asalan dalam menyusun rencana kerja.
“Seluruh pimpinan OPD wajib menyiapkan agenda dan program tahun 2027 secara cermat, solid, dan terukur. Kita harus memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak maksimal,” imbuhnya.
Efisiensi Energi dan Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Dalam kesempatan tersebut, H. Amar juga menyinggung kebijakan Work From Home (WFH). Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar pola kerja jarak jauh, melainkan bagian dari strategi efisiensi dan penghematan energi guna mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Siaga Bencana Nasional
Menjelang peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional pada 26 April mendatang, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mengusung tema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”.
Bupati meminta seluruh perangkat daerah untuk: Memperkuat koordinasi lintas sektor. Memastikan langkah-langkah mitigasi berjalan efektif di lapangan. Menjaga rasa aman masyarakat terhadap potensi bencana daerah.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas satu instansi, tapi tanggung jawab kolektif untuk memastikan daerah kita tetap tangguh,” pungkasnya. (Andini)



