Banjir Bandang Terjang Lombok Utara, Puluhan Rumah Terendam dan Hanyut
Lombok Utara (NTBSatu) – Banjir bandang menerjang wilayah Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, pada Minggu dini hari, 5 April 2026. Kondisi ini dipicu intensitas hujan yang tinggi dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah setempat.
Akibat bencana ini, puluhan rumah terendam, beberapa bangunan hanyut hingga terjadi kerusakan infrastruktur dan sektor perikanan warga di Desa Menggala dan Desa Pemenang Barat. Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri langsung melakukan peninjauan di lokasi bencana.
“Sore ini saya sedang di lokasi bencana banjir. Informasi sementara ada sekitar 70 warga kita yang terdampak di bantaran sungai Kerujuk,” ujarnya, dikutip NTBSatu dari akun Facebook Ahmad Achend.
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, air mulai meluap sejak pukul 05.00 Wita. Dusun Kerujuk di Desa Menggala menjadi salah satu titik terparah dan disusul Dusun Telaga Wareng dan Dusun Montong Bae di Desa Pemenang Barat.
Kusmalahadi menjelaskan, jika banjir sebenarnya terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dengan debit kecil, namun gelombang kedua justru memiliki kekuatan destruktif yang jauh lebih besar. Puluhan pemukiman yang berada di area dataran rendah langsung terendam oleh arus sungai yang membawa material lumpur dan kayu.
“Ini bukan banjir biasa. Sebelumnya pernah ada banjir, tetapi tidak sedahsyat hari ini. Banjir datang dua kali; yang pertama tidak terlalu besar, nah yang menghanyutkan beberapa bangunan warga itu di banjir yang kedua,” sambungnya.
Kerusakan Ekonomi dan Infrastruktur
Berdasarkan laporan resmi BPBD Provinsi NTB, tercatat sebanyak 23 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 74 jiwa yang terdampak langsung. Rumah milik tiga KK dengan 13 jiwa hanyut tersapu arus.
Bukan hanya merusak rumah, bencana ini juga berdampak pada lumpuhnya sektor ekonomi warga. Banjir mengakibatkan isi dari sedikitnya sembilan kolam ikan milik warga dan merendam lahan pertanian.
Di sisi lain, tanggul sempadan sungai sepanjang kurang lebih 100 meter jebol karena tidak kuat menahan tekanan debit air. Hingga Senin pagi, 6 April 2026, tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, serta Tagana, masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pendataan kerugian.
“Tim kami masih di lapangan melakukan asesmen. Fokus utama saat ini adalah pembersihan material banjir di rumah warga dan memastikan kebutuhan dasar, seperti makanan siap saji serta air bersih terpenuhi,” ujar Sadimin kepada NTBSatu, Senin, 6 April 2026.
Darurat Logistik dan Peringatan Cuaca
Merespon cepat bencana ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sudah melakukan penyaluran darurat. Beberapa kebutuhan pokok seperti makanan siap saji, selimut, pakaian, dan perlengkapan dapur, mulai diberikan pada warga terdampak.
Berdasarkan data BPBD dan BMKG, terdapat peluang hujan ekstrem sebesar 80 hingga 90 persen di wilayah Lombok Utara selama dasarian I April 2026. Kusmalahadi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat puncak musim hujan, sekaligus menyiapkan langkah rehabilitasi pascabencana untuk masyarakat.
“Mudah-mudahan musibah ini segera terlewati. Mohon doa dari seluruh masyarakat, dan yang paling penting masyarakat di mana pun berada harus waspada. Banjir bisa datang kapan saja,” ujarnya. (Inda)



