Catatan Satu Tahun LazAdha: Lima Prioritas, Ragam Capaian
Kawasan Senggigi sebagai Mesin Pertumbuhan
Program Penataan Kawasan Wisata Senggigi menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam menjadikan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi daerah.
Kawasan pesisir yang selama ini menjadi wajah pariwisata Lobar terus dibenahi, mulai dari infrastruktur dasar hingga penataan aktivitas wisata. Pemerintah menegaskan, pembenahan ini tidak bersifat kosmetik, melainkan menyentuh langsung kebutuhan wisatawan dan pelaku usaha lokal di kawasan Senggigi.
Salah satu capaian yang disorot oleh LAZ dalam refleksi Satu Tahun Kepemimpinannya adalah penyelesaian Dermaga Senggigi, yang kini mampu menampung lebih banyak kapal wisata.
“Dermaga Senggigi, kami sudah menyelesaikan dermaga ini, kalau sebelumnya cuma dua kapal, sekarang sudah lebih banyak,” demikian keterangan LAZ.
Selain dermaga, penataan juga dilakukan pada fasilitas penunjang lain, seperti jogging track, penertiban pedagang kaki lima, hingga rencana pembentukan tim kebersihan kawasan. Pemerintah juga mencatat, telah terpasang 688 titik lampu jalan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan kawasan wisata.
Penataan Senggigi juga tidak dilepaskan dari pengembangan kawasan lain di Lombok Barat. Program ini diintegrasikan dengan rencana pengembangan Sekotong sebagai episentrum pariwisata baru.
Pemerintah daerah menargetkan Sekotong sebagai pusat pariwisata baru, dengan penguatan aksesibilitas, promosi destinasi, dan keterlibatan masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Lombok Barat, Agus Gunawan mengatakan, arah pembangunan pariwisata Lombok Barat saat ini semakin terfokus ke Sekotong.
“Masa depan pariwisata Lombok Barat itu ada di Sekotong. Sekotong itu lebih cantik dan indah, tinggal bagaimana kita menyiapkan akses agar gili-gilinya bisa seramai Gili Trawangan,” ujar Agus kepada NTBSatu, Jumat, 6 Februari 2026.

Kebijakan ini berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata, keterlibatan pelaku usaha lokal, serta terbukanya peluang investasi sektor pariwisata.
Agus menambahkan, kawasan Gili Asahan dan sekitarnya dinilai sebagai salah satu spot surfing terbaik di dunia. “Ini bukan klaim kami, tapi berdasarkan penilaian para expert surfing. Karena itu, kami sedang merancang event surfing internasional yang direncanakan berlangsung sekitar September,” katanya.
Senggigi dan Sekotong kini diposisikan sebagai etalase pariwisata Lombok Barat di mata nasional dan internasional.



