Catatan Satu Tahun LazAdha: Lima Prioritas, Ragam Capaian
Beragam Indikator Meningkat
Berbagai upaya pembangunan melalui desa tersebut pada akhirnya juga berdampak pada berbagai indikator. Di antaranya, peningkatan Usia Harapan Hidup, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka stunting, rata- rata lama sekolah, harapan lama sekolah, pembangunan fasilitas kesehatan, transportasi dan pendidikan.
Berkaitan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, Lalu Najamuddin menjelaskan, saat ini rata-rata lama sekolah di Lombok Barat masih berada di angka 7,15 tahun, atau setara kelas 2 SMP bagi penduduk usia di atas 25 tahun. Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) sudah mencapai 14,24 tahun, setara jenjang D2.
“Harapan lama sekolah kita sudah bagus, peringkat ketiga. Artinya anak-anak Lombok Barat punya peluang sampai D2. Tapi rata-rata lama sekolah masih di posisi delapan. Ini yang harus kita kejar,” ujarnya kepada NTBSatu, Kamis, 12 Februari 2026.
Lebih lanjut, infrastruktur dasar lain yang juga ditonjolkan LazAdha adalah perbaikan 784 kilometer ruas jalan, meski masih menyisakan sekitar 272 kilometer yang belum tertangani dan akan dilanjutkan secara bertahap.
Selain jalan, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga mulai menjangkau wilayah yang selama ini terpinggirkan, salah satunya di Gili Gede.
“Setelah sekian lama, Gili Gede akhirnya bisa kita selesaikan pembangunannya. Ini bentuk komitmen kami agar masyarakat di wilayah terpencil juga merasakan layanan dasar yang layak,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mencatat rehabilitasi 579 unit rumah warga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.



