ADVERTORIALPendidikan

Unram dan UPM Malaysia Dorong Teknologi Pengolahan Hasil Panen

Mataram (NTBSatu) – Fakultas Teknik bersama Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram (Unram), berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universiti Putra Malaysia (UPM). Mereka menggelar kegiatan pengabdian internasional di Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Lombok Tengah, Rabu, 22 April 2026.

Kegiatan ini berfokus pada penguatan teknologi pengolahan hasil panen serta pemanfaatan sisa produksi pangan. Tujuannya agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.

Sebelum agenda utama mulai, akademisi, mahasiswa, dan warga setempat terlebih dahulu melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia. Mereka menanam sejumlah bibit di sekitar lokasi sebagai simbol komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Wakil Dekan I Fatepa Universitas Mataram, Murad, S.P., M.P., membuka pengabdian masyarakat tersebut. Kegiatan kemudian berlanjut dengan diskusi interaktif dan demonstrasi pengolahan pangan berbasis bahan baku lokal yang melibatkan warga, pelaku usaha, mahasiswa, dan akademisi.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pengurangan limbah pangan, para peneliti menilai sisa hasil panen dan limbah pengolahan masih menyimpan potensi ekonomi yang besar.

Mereka menilai, limbah seperti kulit buah dan sisa bahan pangan masih dapat bermanfaat untuk kebutuhan pangan maupun kesehatan.

Dosen Fatepa Universitas Mataram, Prof. Baiq Rien Handayani, S.P., M.Si., Ph.D., memaparkan hasil penelitiannya terkait pemanfaatan kulit buah sebagai bahan antimikroba alami. Ia menegaskan, limbah pangan seharusnya tidak lagi dipandang sebagai sisa yang tidak bernilai.

“Yang dianggap limbah justru masih memiliki nilai,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan hasil samping pangan dapat meningkatkan nilai jual komoditas lokal sekaligus mengurangi limbah.

Inovasi Minuman Kopi Rendah Kafein

Prof. Ir. Zainuri, PGDip., M.App.Sc., Ph.D., juga memaparkan topik serupa. Ia memperkenalkan inovasi minuman berbahan kopi rendah kafein dengan kombinasi rempah lokal.

Ia menilai, komoditas daerah perlu diolah lebih lanjut agar tidak hanya terjual dalam bentuk mentah. “Nilai tambah dibangun lewat inovasi pengolahan,” katanya.

Sementara itu, Dr. Eng. Sukmawaty, S.T.P., M.Si., memperkenalkan teknologi pengering gabah menggunakan alat pengering mekanis dengan sistem pemanas hemat energi. Teknologi ini dapat membantu petani mempercepat proses pengeringan tanpa bergantung pada cuaca.

Dari pihak UPM Malaysia, Dr. Nur Hamizah Abdul Ghani turut memperagakan teknik penyeduhan kopi menggunakan alat tekan manual bersama Kelompok Usaha Perhutani Sosial (KUPS). Peserta tampak antusias mencoba langsung hasil seduhan sambil berdiskusi mengenai teknik dan cita rasa kopi.

Diskusi berlangsung dinamis, dengan sejumlah peserta menyoroti pentingnya agar penelitian kampus lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan dapat langsung diterapkan dalam usaha lokal. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button