Unram Percepat Akselerasi WCU, Bedah Indikator dan Susun Strategi Global
Mataram (NTBSatu) – Universitas Mataram (Unram) memperkuat langkah akselerasi World Class University (WCU) melalui forum percepatan yang digelar di ruang sidang Rektorat, pada Jumat, 17 April 2026.
Forum ini menjadi ruang merumuskan strategi, membedah indikator internasional, serta menyusun rekomendasi kebijakan penguatan reputasi akademik dan daya saing global kampus.
Rektor Unram Prof. Dr. Sukardi, M.Pd., menegaskan indikator utama WCU seperti QS University Ranking dan Times Higher Education (THE) perlu seluruh sivitas akademika kaji secara mendalam.
Ia menyoroti Academic Reputation yang memiliki bobot 30 persen, kemudian Employer Reputation dan Citations per Faculty.
“Bagaimana kita bisa masuk lagi ke dalam world class university baik dari QS University Ranking maupun THE harus kita kaji bersama. Jika ada kebijakan yang perlu kita buat atau kita perbaiki, silakan ajukan,” tegasnya.
Ia juga menekankan indikator lain seperti rasio dosen dan mahasiswa, keberadaan dosen internasional, serta jumlah mahasiswa asing.
“Ini semua perlu kita perhatikan,” katanya.
Forum tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, yakni Unram akan menghidupkan kembali SDGs Centre, lalu mendorong riset berorientasi sustainability. Unram juga menonjolkan inovasi teknologi sebagai ciri khas kampus.
Setiap publikasi civitas akademika yang terindeks Scopus akan Unram ubah menjadi flyer agar publik lebih mudah memahami isi penelitian. Peneliti juga akan Unram undang dalam podcast Unram TV untuk memperluas eksposur hasil penelitian, sekaligus memperkuat branding akademik melalui media sosial.
“Setiap publikasi kita ingin lebih mudah kita pahami dan lebih luas kita sebarkan,” ujar Prof. Sukardi.
Dorong Insentif Sitasi dan Tim Riset Unggulan
Forum tersebut juga membahas perlunya insentif sitasi untuk mendorong peningkatan rekognisi internasional dosen. Selain itu, forum mengusulkan pembentukan STEM Elite Research Team yang terdiri dari 20 peneliti dengan capaian Scopus tertinggi, lengkap dengan dukungan anggaran khusus.
“Jika ada kebijakan yang perlu kita buat atau kita perbaiki, silakan ajukan,” kata Prof. Sukardi
Prof. Sukardi menegaskan akselerasi WCU tidak hanya berfokus pada peringkat. Namun juga pada penguatan reputasi akademik, peningkatan sitasi, dan penguatan inovasi berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh kebijakan harus mengarah pada peningkatan kualitas riset, inovasi, dan daya saing lulusan.
“Bagaimana kita bisa masuk WCU itu harus kita kaji bersama,” ujarnya.
Ia berharap seluruh sivitas akademika terlibat aktif mendorong percepatan tersebut agar Unram semakin kuat dalam persaingan global. (*)



