RTH hingga Water Park, DPRD Kota Mataram Soroti Sumber Baru PAD
Mataram (NTBSatu) – Masyarakat Kota Mataram mulai merasakan dampak pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp370 miliar.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif mencari sumber pendapatan baru.
Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, Zihani Ilman Fayadi, menilai ketergantungan terhadap dana pusat sudah saatnya dikurangi. Menurutnya, daerah harus mulai berdiri lebih mandiri secara fiskal, apalagi di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.
“Tuntutan daerah sekarang harus adaptif. Di Mataram, Pemkot sudah mulai melakukan langkah-langkah efisiensi, seperti penghematan BBM, listrik, hingga memangkas anggaran yang tidak terlalu prioritas,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Di sisi lain, Pemkot juga harus mulai melirik peluang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mendorong untuk mengoptimalkan sejumlah potensi yang sebelumnya belum tergarap maksimal.
Ruang Terbuka Hijau (RTH), misalnya, ia mengarahkannya agar menjadi salah satu sumber retribusi daerah. Begitu juga dengan Mataram Water Park (MWP). Ia menilai masih punya ruang untuk meningkatkan kontribusi terhadap PAD.
Sektor pariwisata pun tak luput dari perhatian. Pembenahan kawasan seperti Taman Loang Baloq dan Pantai Ampenan. Ia berharap, bisa menarik lebih banyak pengunjung, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.
Fayadi menyebut, langkah-langkah ini penting agar keuangan daerah tetap stabil tanpa terlalu bergantung pada kebijakan pusat yang bisa berubah sewaktu-waktu.
Menanggapi kritik soal pembangunan yang dianggap hanya berfokus pada penataan trotoar di pusat kota, ia memastikan bahwa semua program sudah melalui perencanaan.
Menurutnya, penataan kawasan perkotaan justru menjadi bagian dari upaya jangka panjang. Selain memperindah kota, langkah ini juga untuk menata pelaku UMKM agar lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.
“Bukan berarti wilayah lain diabaikan. Semua ada tahapannya. Penataan di pusat kota ini juga untuk mendukung aktivitas ekonomi, termasuk UMKM,” katanya.
Ia pun optimistis, dengan kombinasi efisiensi anggaran dan optimalisasi PAD, Mataram bisa perlahan memperkuat kemandirian fiskalnya di tengah tekanan pengurangan dana dari pusat. (*)



