Prof. Sukardi Dorong Dosen Unram Studi Lanjut, Siapkan Dukungan 90 Persen Biaya SPP
Mataram (NTBSatu) – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi mendorong percepatan studi lanjut dosen dengan menyiapkan dukungan hingga 90 persen biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Ia menyampaikan, langkah ini mendorong pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dosen, baik PNS maupun PPPK di lingkup Kampus Unram.
Menurutnya, peningkatan kualifikasi dosen menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus mendukung akreditasi institusi.
“Dosen harus segera melanjutkan studi. Jadilah idealis, tetapi tetap realistis,” ujarnya pada kegiatan rekomendasi melanjutkan studi di Ruang Sidang Senat, Rektorat Unram, pada Senin, 13 April 2026.
Prof. Sukardi mengungkapkan, saat ini sekitar 67 persen dosen Unram berkualifikasi Magister, sementara sekitar 30 persen telah bergelar Doktor.
Ia menilai kondisi tersebut perlu ditingkatkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dosen bergelar doktor dalam mendukung penguatan institusi. Karena itu, ia menjadikan percepatan studi lanjut sebagai prioritas utama.
“Ini bagian dari upaya kita meningkatkan kapasitas akademik secara menyeluruh,” katanya.
Prof. Sukardi memastikan, kepegawaian akan mendukung penuh proses administrasi studi lanjut dosen. Kepegawaian membantu seluruh pengurusan, termasuk membebaskan beban mengajar agar dosen dapat fokus menyelesaikan studi.
Ia juga meminta fakultas mengatur distribusi beban kerja secara proporsional. “Jangan sampai dosen yang studi masih dibebani tugas berlebihan,” ujarnya.
Siapkan Dukungan Finansial
Dari sisi pembiayaan, Unram menyiapkan skema dukungan bagi dosen yang melanjutkan studi tanpa beasiswa. Unram memberikan bantuan hingga 90 persen biaya SPP serta dukungan biaya hidup bulanan.
Menurut Prof. Sukardi, kebijakan ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam mempercepat peningkatan kualifikasi dosen. “Ini investasi jangka panjang untuk kualitas akademik Unram,” katanya.
Prof. Sukardi juga mendorong dosen melanjutkan studi ke luar negeri. Ia menilai pengalaman internasional akan meningkatkan kualitas penelitian, publikasi, dan jejaring akademik.
“Kami berharap semakin banyak dosen Unram yang berani studi ke luar negeri,” ujarnya.
Selain itu, Unram mengoptimalkan sistem MyUnram untuk memantau perkembangan dosen. Sistem tersebut memuat data aktivitas akademik sekaligus memberikan notifikasi bagi dosen yang belum melanjutkan studi.
“Semua harus terukur dan terpantau dengan baik,” katanya.
Dorong Transformasi Akademik
Prof. Sukardi menegaskan, percepatan studi lanjut menjadi bagian dari transformasi akademik Unram. Ia menilai, kualitas dosen menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kita ingin dosen Unram lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Ia mengingatkan seluruh kebijakan tersebut harus berjalan konsisten di tingkat fakultas. Ia juga mengajak seluruh elemen kampus mengawal percepatan studi lanjut dosen.
“Lebih dari itu, langkah ini mencerminkan komitmen Unram untuk menyiapkan dosen yang berdaya saing, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global,” tambahnya. (*)



