Kesehatan

Kanker Salah Satu Penyakit Tertinggi di NTB

Mataram (NTBSatu) – Kanker masih menjadi tiga penyakit katastropik dengan kasus tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Catatan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, penyakit kanker masuk daftar 10 penyakit tertinggi di NTB. Temuan terbanyak yaitu kanker leher rahim dan kanker payudara.

Faktor tingginya penyakit kanker di NTB selain karena genetik juga karena perubahan gaya hidup. Selain itu, radikal-radikal bebas gampang menjangkit manusia.

Kanker masuk dalam penyakit Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Dalam memberantas dan mengurangi angka penyakit kanker di NTB, Pemprov menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Sekretaris YKI NTB, Dr. Ramses Indriawan, Sp.B(K)Onk., yang juga dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan Pemprov NTB kepada YKI dalam penanganan kanker di masyarakat.

“YKI diharapkan bisa menjembatani pasien pasien kanker, untuk bisa berobat lebih dekat di rumah sakit yang menangani pasien kanker,” jelas Ramses.

Salah satu program yang akan pihaknya wujudkan dengan kepengurusan baru ini adalah Rumah Singgah bagi pasien di luar Pulau Lombok. Program tersebut sebagai pelayanan sosial yang selama ini dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota.

Sedangkan, rumah singgah khusus pasien kanker akan terintegrasi langsung dengan pelayanan Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP).

Biasanya, lanjutnya, penanggung jawab ini merupakan spesialis sekaligus pengurus YKI yang rumah sakit tunjuk untuk memimpin dan bertanggung jawab penuh atas seluruh pengelolaan asuhan medis seorang pasien mulai dari diagnosis, pengobatan hingga pasien keluar.

“DPJP berperan sebagai ‘kapten tim’ yang berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (PPA) untuk memastikan keselamatan dan kesinambungan pelayanan,” jelasnya.

Ia mengatakan, hal ini merupakan program promotif, edukatif sebagai pencegahan karena kanker, jantung dan ginjal masih menjadi tiga besar penyakit katastropik dalam pengertian paling besar menyedot anggaran kesehatan untuk penyembuhannya. Dan kasus paling banyak adalah kanker payudara.

“Tidak hanya biaya namun tenaga dan pikiran ikut terkuras jika berbicara penanganan kanker. Mudah-mudahan kepengurusan baru YKI NTB bisa mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat”, tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button