KesehatanLombok Tengah

Langkah Nyata Bebas Katarak, RS Mandalika dan Puskesmas Sengkol Buka Layanan Operasi Gratis

Lombok Tengah (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Rumah Sakit (RS) Mandalika, yang bekerja sama dengan UPTD BLUD Puskesmas Sengkol, akan menggelar program operasi katarak gratis bagi masyarakat.

Langkah ini menjadi upaya konkret dalam memperluas akses layanan kesehatan mata dan menekan angka prevalensi gangguan penglihatan di wilayah tersebut.

IKLAN

Penanggung Jawab (Pj) Mata UPTD BLUD Puskesmas Sengkol, Ns. H. Nayep, S.Kep., mengatakan, program ini menjadi bukti pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran layanan kesehatan yang terjangkau, bahkan cuma-cuma, bagi warga yang selama ini terkendala biaya untuk pemulihan penglihatan,” katanya kepada NTBSatu, Selasa, 31 Maret 2026.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung di RS Mandalika Provinsi NTB, pada Rabu, 15 April 2026. Pemilihan lokasi ini harapannya bisa memberikan kenyamanan, sekaligus standar medis optimal melalui fasilitas bedah yang memadai.

Saat ini, katarak masih menjadi penyebab utama gangguan penglihatan yang cukup signifikan di NTB. Adanya program ini akan membantu masyarakat yang menderita gangguan katarak sembuh, tanpa ada biaya.

H. Nayep mengatakan, masyarakat hanya perlu membawa dokumen pengenal ke Puskesmas Sengkol sebagai bukti pendaftaran pada program ini.

“Masyarakat cuma perlu bawa KTP/KK ke Puskesmas Sengkol, kita periksa tekanan darah, gula darah, dan lain-lain,” ujarnya.

Untuk pendaftaran, pihak Puskesmas Sengkol membuka pintu pendaftaran bagi calon pasien hingga batas waktu 14 April 2026.

Masyarakat bisa melakukan pendaftaran secara langsung dengan mendatangi Kantor UPTD BLUD Puskesmas Sengkol, agar bisa dilakukan verifikasi awal tentang kondisi pasien.

Di sisi lain, penyelenggara mengimbau masyarakat mengumpulkan persyaratan dan segera mendaftar. Sesi ini cukup krusial untuk memastikan kesiapan tenaga medis menghadapi jumlah pasien.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini semaksimal mungkin sebelum pendaftaran ditutup pada 14 April nanti,” lanjutnya.

Adanya kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat, untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit mata untuk meningkatkan kualitas hidup. (Inda)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button