ADVERTORIAL

Workshop Penguatan Kapasitas Satpol PP NTB Ditutup, Siap Terapkan Penegakan Perda Humanis dan Inklusif

Mataram (NTBSatu) – Rangkaian Workshop Penguatan Kapasitas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) yang humanis, inklusif, dan berperspektif PUGIS resmi ditutup pada hari kedua pelaksanaan, Selasa, 21 April 2026, di Aston Inn Mataram.

Sekretaris Satpol PP NTB, I Made Gania, S.Sos., M.M., menutup kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya implementasi hasil pembelajaran workshop di masing-masing daerah, tidak hanya berhenti di ruang pelatihan.

Ia mengatakan kegiatan ini mengingatkan kembali pentingnya pemahaman perencanaan dalam mendukung kinerja Satpol PP di lapangan.

“Ilmu perencanaan itu sangat mendasar. Kita harus mampu memotret persoalan di lapangan dengan tepat, lalu menuangkannya ke dalam program dan anggaran yang sistematis,” ujarnya kepada NTBSatu, Selasa, 21 April 2026.

Gania menekankan perlunya perubahan paradigma dalam tubuh Satpol PP agar tidak lagi identik dengan kesan keras, melainkan mengedepankan pendekatan humanis dan terukur dalam penegakan Perda.

“Kita ingin mengubah paradigma. Satpol PP ke depan harus lebih humanis. Perencanaan yang baik akan membuat tindakan di lapangan lebih terukur dan santun,” tegasnya.

Gania mendorong seluruh peserta untuk menerapkan Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Sosial (PUGIS) dalam setiap tindakan penegakan ketertiban umum.

Ia menegaskan penegakan Perda harus memperlakukan seluruh kelompok masyarakat secara adil, termasuk perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

“Penegakan Perda tidak boleh membeda-bedakan. Semua harus diperlakukan dengan pendekatan yang tepat dan berperspektif PUGIS,” jelasnya.

Ia berharap 40 peserta dari kabupaten/kota se-NTB dapat menularkan pengetahuan selama kegiatan kepada rekan kerja di daerah masing-masing.

Apresiasi Tim SKALA dan Narasumber

Gania juga menyampaikan apresiasi kepada Tim SKALA yang telah mendampingi kegiatan, serta para narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Bappeda, dan unsur terkait lainnya.

“Kami berterima kasih atas pendampingan ini. Kami masih membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas SDM Satpol PP NTB,” katanya.

Ia turut mendorong keberlanjutan kerja sama meskipun terdapat keterbatasan anggaran, mengingat kebutuhan peningkatan kompetensi aparatur di lapangan masih tinggi.

Gania menargetkan hasil workshop ini mampu mengubah citra Satpol PP di tengah masyarakat. Ia juga meminta peserta untuk menularkan ilmu dari kegiatan ini kepada rekan kerja di daerah masing-masing.

“Satpol PP NTB harus tampil sebagai organisasi yang cerdas dalam perencanaan dan santun dalam bertindak, tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan aturan,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button