Prof. Sukardi Dorong Transformasi Aset Unram Berbasis Dampak
Mataram (NTBSatu) – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Dr. Sukardi, meninjau langsung sejumlah aset kampus di kawasan Senaru, Bayan, Lingsar, dan Narmada, Jumat, 3 April 2026.
Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi pengelolaan aset Unram agar lebih modern, produktif, dan berdampak bagi masyarakat.
Prof. Sukardi menegaskan, pengelolaan aset kampus tidak boleh lagi bersifat konvensional. Ia ingin seluruh aset dikelola secara optimal dengan pendekatan bisnis yang tetap terintegrasi dengan fungsi akademik.
“Pengelolaan aset harus memberi nilai tambah, tidak hanya untuk kampus, tapi juga untuk masyarakat,” ujarnya.
Fokus Pengembangan Senaru
Salah satu fokus utama adalah kawasan KHDTK Senaru Hutan Pendidikan Unram seluas 225 hektare yang mencakup Air Terjun Tiu Kelep dan Air Terjun Sendang Gile.
Ia menyebut, tahap awal pengembangan mulai dari penyelesaian batas wilayah sebagai dasar perencanaan terpadu kawasan.
Ke depan, pihaknya akan melengkapi kawasan ini dengan pusat pengelolaan, area parkir, coffee shop, hingga camping ground.
“Semua harus kita kelola dengan sistem modern berbasis digital agar transparan dan efisien,” katanya.
Libatkan Masyarakat
Prof. Sukardi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan.
Menurutnya, pengembangan aset harus mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat sekitar.
“Tidak boleh hanya membangun fisik. Masyarakat harus ikut tumbuh bersama,” ujarnya.
Di kawasan Bayan, fokus pengembangan pada peternakan kambing dan domba dengan mengarahkannya menjadi edu-farm.
Kawasan ini akan mendukung aktivitas wisata di sekitar Sembalun, sekaligus menjadi pusat edukasi dan penelitian.
“Ini bukan hanya produksi, tapi juga edukasi dan rekreasi masyarakat,” katanya.
Sementara di Narmada, Unram akan mengembangkan konsep eco farming sebagai bagian dari pertanian berkelanjutan.
Adapun di Lingsar, penguatan Unram Farm Park melalui penataan infrastruktur dan pengembangan fungsi edukasi.
Menurut Prof. Sukardi, setiap kawasan harus memiliki peran strategis yang saling terhubung.
“Semua kawasan ini harus terintegrasi antara akademik, bisnis, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Optimalkan Investasi
Prof. Sukardi menegaskan optimalisasi aset juga harus diikuti dengan penguatan investasi dan pengelolaan pendapatan.
Ia menyebut peran Badan Pengelola Usaha (BPU) menjadi kunci dalam mendorong transformasi tersebut.
“Pendapatan harus kita optimalkan, investasi juga harus tepat sasaran untuk mendukung pengembangan kawasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan aset turut melibatkan pihak ketiga yang dipilih secara selektif guna menjaga kualitas dan keberlanjutan program.
Lebih lanjut, Prof. Sukardi menekankan transformasi aset merupakan bagian dari upaya mewujudkan kampus berdampak.
Menurutnya, keberadaan kampus harus memberi kontribusi nyata, baik secara ekonomi maupun sosial.
“Kampus tidak boleh berdiri sendiri. Harus hadir dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” katanya.
Ia menilai langkah optimalisasi aset ini menjadi bagian penting dalam transformasi Unram ke depan.
Dengan pengelolaan yang modern dan kolaboratif, Unram diharapkan mampu menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan.
“Ini bukan hanya pembangunan kawasan, tapi membangun ekosistem,” ujarnya.
Meski demikian, Prof. Sukardi mengingatkan seluruh rencana tersebut harus diikuti dengan implementasi yang konsisten.
Ia mengajak seluruh elemen kampus untuk bersama-sama mengawal transformasi ini.
“Yang terpenting adalah eksekusi. Dari perencanaan yang baik, kita harus bergerak ke hasil nyata,” tutupnya. (*)



