Headline NewsLombok Barat

Keluarga Ikhlas Lepas Kepergian Santriwati Nurul Haramain yang Jatuh dari Lantai Tiga

Mataram (NTBSatu) – Pihak keluarga menyatakan telah menerima dengan lapang dada atas kepergian BAL, santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Haramain yang meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026.

Korban mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat terjatuh dari lantai tiga Gedung Khofifah.

Ibu kandung almarhumah, Sirri Ma’sumi, membeberkan kondisi medis putrinya setelah menjalani tindakan operasi di rumah sakit.

IKLAN

“Kata dokter, paru parunya bengkak. Ada muntah darah setelah operasi,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat, 12 Juni 2026.

Meski duka menyelimuti, pihak keluarga memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras tim medis yang menangani korban.

“Kita lihat juga dokter sudah berusaha maksimal. Kami dari keluarga juga sudah ikhlas,” tambahnya.

IKLAN

LPA Gelar Investigasi

Meskipun keluarga korban sudah ikhlas, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram tetap mengambil sikap tegas. Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi menegaskan, akan mengusut tuntas peristiwa ini demi memastikan pemenuhan hak dan keselamatan anak di lingkungan pesantren. Tindakan ini bertujuan untuk mengungkap fakta secara objektif.

“Penyebab jatuhnya yang akan kita lakukan investigasi,” tegas Joko.

Keterangan resmi Dewan Pengasuhan Santriwati Ponpes Haramain menyebutkan, insiden tragis ini bermula pada Jumat sore, 5 Juni 2026. Saat itu, para santriwati baru saja selesai melaksanakan salat dan mengaji sekitar pukul 16.00 Wita.

Korban BAL berada di lantai tiga Gedung Khofifah sendirian karena sedang dalam keadaan menstruasi. Pihak pondok menjelaskan, korban memang sering mengeluhkan pusing hebat saat datang bulan.

“Berdasarkan pengakuan bersangkutan, dia kerap merasakan sakit kepala atau pusing ketika haid,” tulis perwakilan pondok, Akhwaf Habiburrahman mengutip NTBSatu.

Rekaman CCTV menunjukkan, korban sempat berdiri dan berpegangan pada kanopi balkon untuk menjaga keseimbangan. Namun tepat pada pukul 16.12 Wita, BAL kehilangan kendali lalu terjatuh ke area lapangan pondok. (*)

Artikel Terkait