Gunung Jae Jadi Pelopor, Desa Wisata di Lobar Mulai Beralih ke Tiket Digital
Lombok Barat (NTBSatu) – Desa Wisata Gunung Jae di Desa Sedau mengambil langkah baru dalam pengelolaan wisata. Pemerintah desa mulai menerapkan sistem tiket digital melalui kerja sama dengan platform Easybook.
Kerja sama tersebut resmi dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Desa Sedau bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Easybook, Kamis, 11 Juni 2026, di Pelabuhan Senggigi.
Langkah ini menjadikan Gunung Jae sebagai salah satu desa wisata pertama di Lobar yang mengintegrasikan layanan tiket secara digital.
Kepala Desa Sedau, Amir Syarafudin mengatakan, pihaknya sebelumnya telah menggunakan sistem tiket daring melalui aplikasi Sisparnas. Namun, sistem tersebut belum berjalan optimal.
“Karena mungkin ada kendala di admin provinsinya sehingga kami juga terkendala. Memang tiketnya juga kami digitalisasi jadi kami sudah tidak menggunakan tiket manual lagi, tapi kita ingin lebih baguslah untuk sistem ticketing-nya, sehingga ke depan nanti kebocoran-kebocoran pendapatan itu bisa kita minimalisasi,” katanya, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Amir, digitalisasi tiket akan membantu pengelola meningkatkan akurasi data kunjungan sekaligus memperkuat tata kelola keuangan wisata.
Ia menyebut, jumlah kunjungan ke Gunung Jae terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah pengunjung mencapai lebih dari lima ribu orang. Mayoritas wisatawan datang untuk menikmati wisata alam dan fasilitas camping ground.
“Paling banyak kami pesertanya itu untuk yang weekend. Terakhir kemarin weekend sebelumnya, dari Lentera Hati itu sebanyak 300 orang, kemudian dari pengunjung biasa kurang lebih 250-an orang. Jadi malam itu saja ada sekitar 550-an orang yang berkegiatan di Wisata Alam Gunung Jae,” ungkapnya.
Desa Wisata Kunjungan Tertinggi di Lobar
Dari sektor wisata, Gunung Jae mampu menghasilkan pendapatan hingga hampir Rp250 juta per tahun. Sebagian pendapatan tersebut menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). Amir berharap, penggunaan Easybook membuat pencatatan transaksi dan kunjungan lebih tertib.
“Sehingga nanti di akhir bulan juga kami kerepotan ketika misalnya merekap jumlah kunjungan. Tetapi kalau menggunakan Easybook ini, insyaallah nanti per hari, per minggu, bahkan per tahunnya nanti bisa kami rekap secara teratur dan lebih rapi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelola wisata sudah memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk menjalankan sistem baru tersebut.
“Sudah kami latih, insyaallah untuk penyempurnaan sistem Easybook kami akan minta pelatihan lagi,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Lobar, Agus Gunawan, mengapresiasi langkah Desa Sedau yang mulai mengadopsi sistem tiket digital.
“Hari ini untuk wisata Gunung Jae, karena tata kelolanya sudah bagus, sudah ada perdes dan sebagainya,” jelasnya.
Menurut Agus, beberapa desa wisata lain juga berpotensi mengikuti langkah serupa. Di antaranya Wisata Bukit Keteri di Desa Banyu Urip, Purekmas Sesaot, Pemandian Buwun Sejati, dan Lebah Sempage.
Ia menilai, sistem e-ticketing akan meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan destinasi. “Jadinya merasa aman, kemudian keberlanjutan desa wisata dari segi manajemen keuangan dan sebagainya,” tutupnya. (*)




