Kota Mataram

Ampenan Jadi Muara Sampah, Camat Tekankan Kolaborasi dan Kesadaran Warga

Mataram (NTBSatu) – Camat Ampenan, Erma Suryani menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan kesadaran masyarakat dalam menangani permasalah sampah di Kecamatan Ampenan. Termasuk, sampah kiriman di muara Daerah Aliran Sungai (DAS) Jangkok. Hal ini untuk mencegah penumpukan limbah di wilayah hilir saat intensitas hujan cenderung tinggi.

Erma mengungkapkan, fenomena sampah kiriman adalah tantangan yang rutin wilayahnya hadapi. “Ampenan ini jadi muara sampah di sini. Apalagi DAS Jangkok itu kan ada pemukiman di sepanjang bantarannya. Apalagi saat curah hujan yang cukup tinggi, itu baru terasa peningkatannya, kiriman dari hulu semua bermuara di Ampenan,” jelas Ema kepada NTBSatu, Kamis, 7 Mei 2026.

Langkah Penanganan dan Kolaborasi

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Ema menyatakan, pihak kecamatan sudah membangun kolaborasi yang baik dengan pihak lainnya, seperti dari kelurahan dan warga sekitar.

IKLAN

“Jadi intinya dari pihak kecamatan sudah berkolaborasi dengan kelurahan-kelurahan yang ada. Kami sudah melaksanakan pembersihan kali, pembersihan sungai, bersama teman-teman yang ada. Ya, cukup membantu lah, dari pihak kelurahan dan kecamatan,” imbuhnya.

Pemerintah Kecamatan Ampenan juga akan berkolaborasi dengan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Kelurahan, untuk melaksanakan kegiatan pembersihan. “Selain pembersihan dari teman-teman kelurahan, kita juga dibantu oleh teman-teman pemuda dari Karang Taruna,” ungkap Ema.

Awikawik sebagai Pembentuk Kesadaran Masyarakat

Ema menjelaskan, sarana dan prasarana sudah tersedia dan mencukupi untuk sekitar wilayahnya. “Kalau untuk bak sampah sudah ada di masing-masing lingkungan, sudah ada tong-tong sampah, dan itu difasilitasi di masing-masing lingkungan. Terus kemudian, sarana prasarana yang lainnya juga sudah ter-cover di APBD untuk masing-masing DLH ya,” jelasnya.

Meski telah memiliki sarana prasarana memadai, Ema menyoroti kunci utama penyelesaian masalah sampah tetap ada di tangan masyarakat “Kesadaran masyarakat yang utama, karena pemerintah ini kan cuma memfasilitasi, mengedukasi, dan kemudian membantu penanganan sampahnya itu,” ucapnya.

Ia menambahkan, sinergitas antarwarga sangat krusial. Sehingga, telah dibuat aturan atau awikawik yang disetujui bersama untuk upaya penanganan sampah di tengah masyarakat.

Awikawik itu lebih ke kesepakatan komunitas agar mereka bisa menegur sesama mereka sendiri untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tetapi ini belum berjalan maksimal, karena mengedukasi warga butuh kemauan kuat dari mereka sendiri,” jelasnya.

Harapan ke Depan

Ema berharap, komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dapat terus ditingkatkan. “Harapan besar kita adalah kesadaran masyarakat. Pemerintah sudah memfasilitasi sedemikian rupa, tetapi kalau warga masih buang sampah sembarangan, kita akan tetap repot,” tambahnya. (Ashri)

Artikel Terkait

Back to top button