Optimalkan Armada Kebersihan, Camat Mataram Fokuskan Kedisiplinan Waktu dan Normalisasi Drainase
Mataram (NTBSatu) – Camat Mataram, Arifiawan Mardjun fokus menjaga ritme pengelolaan kebersihan wilayah meski menghadapi tantangan peremajaan sarana prasarana. Ia membeberkan data terbaru, dari total 95 armada sampah, terdapat 11 unit yang kini dalam kondisi rusak berat. Meski demikian, pihak kecamatan berkomitmen memaksimalkan sisa armada yang ada untuk melayani pengangkutan di sembilan titik kumpul utama.
Arif menjelaskan, perbaikan armada yang rusak sedang dikebut, agar tumpukan sampah di lingkungan tata tertangani dengan konsisten. “Sekarang, armada kami ada 95 unit totalnya. Yang rusak berat itu ada 11 unit. Termasuk kita di kecamatan ada dua. Yang di kecamatan sedang saya perbaiki, baru kemarin,” jelas Arief kepada NTBSatu, Jumat, 8 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, langkah awal yang pihaknya ambil adalah mengoptimalkan seluruh sarana yang tersedia untuk melayani sembilan titik kumpul sampah utama di wilayahnya. “Sementara kita pakai yang ada dulu, kita optimalkan,” imbuhnya.
Kendala Kedisiplinan Waktu
Selain persoalan armada, Arif mengidentifikasi adanya kendala operasional terkait kedisiplinan waktu pembuangan sampah oleh masyarakat.
“Saat ini, di titik kumpul itu terkadang mobilnya lewat jam sembilan pagi, tetapi setelah lewat jam sepuluh pagi, masyarakat taruh sampah. Ini kan persoalan yang kadang-kadang ada yang belum tahu, ada yang memang sampahnya mungkin hari itu jam itu. Banyak faktornya, ini yang memicu kesan sampah tidak terangkut,” ucap Arif.
Untuk mengatasi hal tersebut, Arif berencana menggencarkan sosialisasi pada masyarakat untuk menyepakati jadwal pembuangan, agar selaras dengan jadwal operasional pengangkutan sampah.
“Kami akan sosialisasikan terutama jam titik temu jam berapa yang masyarakat nyaman. Kami akan sosialisasi ke bawah di mana yang rawan. Mungkin di Karang Genteng, sekitar Karang Pule, sebelum Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebelah Barat, terkadang agak suka numpuk memang,” jelasnya.
Program Jumat Bersih dan Normalisasi Drainase
Arif menginisiasi program Jumat Bersih, yang fokusnya pada pembersihan sedimentasi di selokan dan saluran drainase perumahan yang mulai menebal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan para lurah dan forum kepala lingkungan. Mulai Jumat ini, kita akan bergerak mengambil sedimen di selokan agar aliran air lancar dan lingkungan tetap asri,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir keluhan masyarakat terkait drainase yang sempit dan tersumbat, sekaligus menjaga estetika Kota Mataram tetap bersih dan nyaman. (Ashri)



