MBG Jadi Peluang Pasar Baru, Petani Lotim Didorong Optimalkan Lahan
Lombok Timur (NTBSatu) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi peluang pasar baru bagi petani di Kabupaten Lombok Timur. Pemerintah daerah pun mendorong petani untuk mengoptimalkan berbagai potensi lahan, termasuk memanfaatkan pematang sawah sebagai lokasi penanaman sayur guna memenuhi kebutuhan dapur MBG.
Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Lalu Fathul Kasturi menjelaskan, kegiatan pertanian tidak boleh berhenti karena kebutuhan pasar terus meningkat, terlebih dengan hadirnya program MBG yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.
“Apalagi sekarang dengan adanya program MBG, MBG ini adalah pasar yang cukup bagus untuk petani kita. Pasar yang cukup bagus. Dengan kita memanfaatkan pematang saja, anak sekolah bisa dapat,” ujarnya pada NTBSatu, belum lama ini.
Pemanfaatan sebagian area pematang sawah di Lombok Timur berpotensi menambah produksi sayuran untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Pengoptimalan sekitar lima persen luas pematang sawah dapat meningkatkan ketersediaan pasokan sayuran sekaligus membuka peluang pasar baru bagi petani.
Selain memanfaatkan pematang sawah, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga menjalankan program optimalisasi lahan pada tahun ini dengan cakupan sekitar 1.125 hektare. Pemerintah mengarahkan program tersebut untuk mengoptimalkan lahan-lahan marginal.
Sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan memperluas frekuensi masa tanam hingga dua sampai tiga kali dalam setahun. “Semua punya potensi sama. Tentunya sekarang ada program optimalisasi lahan. Pada tahun ini ada 1.125 hektare. Itu yang kita tingkatkan daya ungkit lahannya,” katanya.
Meski belum memiliki data pasti mengenai besaran serapan hasil pertanian oleh dapur MBG, pemerintah berharap keberadaan dapur tersebut mampu memperpendek rantai distribusi antara petani dan pasar sehingga harga jual hasil panen lebih menguntungkan bagi petani.
“Yang kita harap sebenarnya dapur-dapur ini mendekatkan rantai pasar sehingga langsung berhubungan dengan petani. Nilai jual petani kita sekarang juga bagus,” tuturnya.
Pemerintah berharap sinergi antara program pertanian dan MBG dapat menjadi langkah untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan pangan daerah. (*)




