Kasus DBD Muncul, Lurah Mataram Timur Imbau Warga Intensifkan PSN
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kelurahan Mataram Timur, Kecamatan Mataram, memperketat langkah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah adanya laporan kasus di wilayah tersebut.
Koordinasi bersama Puskesmas Mataram untuk memastikan penanganan, sekaligus memperkuat upaya antisipasi agar penyebaran tidak meluas.
Dari informasi masyarakat, tercatat dua warga Mataram Timur sempat terjangkit DBD. Menyikapi hal itu, pihak kelurahan kini gencar menggalakkan sosialisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada warga.
Lurah Mataram Timur, Ryan Hadi Utama, menegaskan pentingnya PSN terlaksana secara rutin, baik melalui kegiatan gotong royong maupun secara mandiri di rumah masing‑masing. Menurutnya, cara ini paling efektif untuk menekan perkembangbiakan jentik nyamuk Aedes aegypti.
“Warga harus aktif melakukan PSN di lingkungan rumah agar risiko DBD bisa ditekan,” ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.
Terkait fogging atau pengasapan, Ryan menekankan pelaksanaannya harus melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Petugas tidak melakukan fogging secara sembarangan, karena metode ini hanya membasmi nyamuk dewasa dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jika penggunaannya berlebihan.
Oleh sebab itu, pemerintah kelurahan mengutamakan PSN serta memanfaatkan bubuk Abate yang puskesmas salurkan melalui para kader.
Ryan menambahkan, kasus DBD hampir setiap tahun masih ditemukan di wilayahnya. Pada 2025 tercatat tiga kasus, sementara pada 2026 hingga saat ini ada satu kasus di lingkungan Karang Bedil.
Ia mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama saat musim peralihan yang rawan menimbulkan genangan air.
“Jagalah kebersihan, rutin menguras, menutup, dan mendaur ulang wadah yang berpotensi jadi sarang nyamuk,” pungkasnya. (*)




