Empat SDN di Mataram Merger, Guru ASN dan Non-ASN Bakal Dipindah
Mataram (NTBSatu) — Dinas Pendidikan Kota Mataram segera mendistribusikan guru ke sejumlah sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Langkah ini menyusul kebijakan penggabungan (merger) beberapa sekolah dasar negeri (SDN) mulai tahun ajaran 2026.
Dinas Pendidikan menyasar sekolah-sekolah dengan lokasi berdekatan, guna meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Yusuf menyampaikan, guru yang sebelumnya mengajar pada sekolah gabungan akan pindah ke sekolah lain yang masih membutuhkan tenaga pendidik. Kebijakan tersebut bertujuan agar kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru berjalan optimal.
“Kita sebarkan ke sekolah-sekolah yang kekurangan guru,” katanya, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Yusuf, sejumlah SDN Kota Mataram saat ini masih kekurangan guru. Karena itu, pihaknya melakukan distribusi tenaga pendidik baik ASN maupun Non-ASN sebagai upaya memeratakan jumlah guru.
“Kita akan didistribusikan guru-guru itu,” ujarnya.
Empat Sekolah Merger
Pada tahun ajaran baru ini, sebanyak empat sekolah menjalani proses penggabungan. SDN 19 Mataram yang melebur bersama SDN 15 Mataram. SDN 11 Ampenan merger dengan SDN 14 Mataram. Kebijakan tersebut pun menyasar guru aparatur sipil negara (ASN) maupun tenaga non-ASN.
Yusuf menyebut, penyebaran tenaga pendidik ini bertujuan menciptakan pemerataan layanan pendidikan. Dengan begitu, proses belajar mengajar bisa berlangsung lebih maksimal.
“Ini dalam rangka pemerataan guru,” ucapnya.
Selain menggabungkan sekolah, Dinas Pendidikan Kota Mataram juga mulai mengubah nama sekolah pada tahun ajaran baru. Saat ini, total sekolah dasar negeri Kota Mataram tercatat sebanyak 142 sekolah.
Sementara itu, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mulai sejak Senin, 22 Juni 2026. Meski sempat terkendala pada sistem website yang eror, Yusuf menyatakan proses penerimaan siswa baru sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Tim teknis bergerak untuk menyelesaikan masalah itu. Sistemnya sedang ada perbaikan sedikit, tapi setelah itu sudah normal kembali,” kata Yusuf.
Pihak dinas akan terus memantau proses distribusi guru dan pelaksanaan SPMB untuk memastikan layanan pendidikan tahun ajaran baru berjalan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. (*)




