DLH Kota Mataram Anggarkan Rp200 Juta, Bagi Tas Belanja Gratis di CFD dan Pasar Tradisional
Mataram (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 juta untuk pengadaan tas belanja ramah lingkungan.
Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengungkapkan, program ini menyasar pengunjung Car Free Day (CFD) dan pasar tradisional yang kedapatan masih membawa kantong plastik kresek saat berbelanja. Pada tahap awal, DLH telah mendistribusikan sebanyak 800 unit tas belanja gratis di area CFD.
“Kami bagikan 800 unit bagi pengunjung Car Free Day yang masih menggunakan plastik kresek saat membawa bawaan belanjaannya,” ujar Denny, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, total kantong belanja yang pihaknya siapkan secara keseluruhan mencapai 8.000 unit. Setelah sukses menyasar area CFD, DLH kini mulai memilah dan mengalihkan fokus pendistribusian ke sektor pasar tradisional. Pasar Pagutan menjadi target operasi perdana pada pekan ini.
“Kemungkinan minggu ini kita di pasar. Dari yang 8.000 itu, kami pilah-pilah, ada yang untuk pasar, ada yang untuk Car Free Day. Mungkin Pasar Pagutan dulu,” tambah Denny.
Terkait mekanisme di lapangan, petugas DLH nantinya akan berjaga di pintu-pintu masuk pasar tradisional. Setiap warga atau pengunjung yang kedapatan membawa plastik belanjaan akan langsung petugas cegat secara persuasif, untuk ditukarkan dengan tas ramah lingkungan yang bisa dipakai berulang kali, tanpa memandang ukuran kresek yang dibawa.
Denny berharap, kesadaran kolektif masyarakat Mataram untuk mereduksi sampah plastik dapat tumbuh lebih cepat. Ia menilai, edukasi langsung dengan metode substitusi (tukar tempat) jauh lebih efektif ketimbang imbauan lisan.
“Ini kan kita memberikan edukasi langsung kepada masyarakat agar beralih dari tas kresek menjadi tote bag (tas belanja ramah lingkungan, red) yang bisa digunakan berkali-kali,” tutup Denny. (*)




