Breaking NewsHukrim

Tiga Santri Diduga Dibakar di Ponpes Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia

Mataram (NTBSatu) – Tiga santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) wilayah Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, diduga menjadi korban pembakaran.

Pantauan di media sosial, beredar video yang memperlihatkan salah satu santri mendapatkan perawatan medis setelah menjadi korban pembakaran.

Informasi ini pun sampai ke telinga Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi. Informasinya, insiden ini terjadi pada November tahun 2025.

IKLAN

“Tapi baru terungkap sekarang. Kejadiannya di salah satu pondok (disebutkan lengkap) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah,” katanya kepada NTBSatu, Rabu, 3 Juni 2026.

Informasinya, kejadian dugaan pembakaran ini mengakibatkan satu dari tiga korban meninggal dunia. Muncul dugaan bahwa ketiganya sebelum dibakar terlebih dahulu disirami bensin oleh temannya yang juga merupakan santri.

“Jadi, ada anak yang tersiram bensin dan terbakar satu luka-luka (bakar) dan satu meninggal. Baru sekarang muncul ini,” jelas akademisi Universitas Mataram (Unram) tersebut.

IKLAN

Joko mengaku, pertama kali mendapatkan informasi dari video yang beredar di medis sosial. Begitu mengetahui insiden tersebut, pihak LPA langsung turun melakukan pengecekan.

Hingga saat ini, Lembaga Perlindungan Anak belum mengetahui pasti identitas para korban. Termasuk apakah ketiganya masih berstatus sebagai santri di pondok pesantren tersebut. “Untuk itu, kami masih mendalami. Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan kepolisian, dan saat ini tim meluncur ke lapangan,” bebernya.

Terpisah, Humas Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah Nurul Hilmi mengaku belum mendapatkan informasi terkait dugaan kekerasan di lingkungan Ponpes wilayah Batukliang tersebut.

“Kalau masalah ini, saya secara pribadi belum dapat informasi. Saya juga lagi kurang enak badan,” katanya menjawab NTBSatu. (*)

Artikel Terkait

Back to top button